Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Juli 2026 | 16.19 WIB

Iran Sebut "Bahasa Kekerasan" Trump Buktikan Kegagalan AS Buat Iran Bertekuk Lutut

Ribuan pelayat menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, pada 4 Juli 2026. Khamenei meninggal dunia dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Bendera Iran terlihat selama upacara tersebut. Anadolu Agency) - Image

Ribuan pelayat menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, pada 4 Juli 2026. Khamenei meninggal dunia dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Bendera Iran terlihat selama upacara tersebut. Anadolu Agency)

JawaPos.com - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tampaknya lebih memahami “bahasa kekerasan”, setelah ia mengancam akan melancarkan serangan lanjutan ke Teheran.

Pernyataan Trump yang menghina bangsa Iran hingga mengancam melakukan serangan lebih lanjut bukanlah "tanda kekuatan, tetapi pengakuan atas kegagalan kebijakan yang selama bertahun-tahun dibangun di atas kekerasan, sanksi, dan ancaman,” tulis Gharibabadi di X, Rabu (8/7).

Ia pun menegaskan bahwa kebijakan Trump "gagal membuat bangsa Iran bertekuk lutut."

"Dengan Trump yang kriminal dan kejam, kita harus berbicara dalam bahasanya sendiri. Tampaknya, ia lebih memahami bahasa kekerasan,” kata Gharibabadi.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS mungkin akan kembali menyerang Iran pada Rabu malam, menyusul serangan AS semalam sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

"Kita telah menyerang mereka dengan sangat keras tadi malam, sangat, sangat keras. Mungkin akan menyerang mereka dengan keras lagi malam ini. Saya akan memberi mereka sedikit peringatan. Kita akan menyerang mereka dengan keras malam ini," kata Trump di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

"Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sampah," ujar Presiden AS itu.

Trump juga mengatakan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah "berakhir."

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore