
Juru bicara Hamas Hazem Qassem (kiri) dan Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza Ismail al-Thawabta menyampaikan pernyataan pers di Gaza, Senin (The Guardian)
JawaPos.com - Hamas menyatakan kesiapannya mengakhiri kendali politiknya di Jalur Gaza setelah hampir dua dekade berkuasa dengan menyerahkan otoritas pemerintahan kepada National Committee for the Administration of Gaza (NCAG), sebuah badan transisi yang didukung Amerika Serikat.
Keputusan tersebut dipandang sebagai perkembangan penting dalam dinamika politik Gaza, meskipun belum memberikan kepastian mengenai masa depan proses perdamaian maupun rekonstruksi wilayah yang hingga kini masih dilanda krisis kemanusiaan.
Dilansir dari The Guardian, Selasa (7/7/2026), pengumuman itu disampaikan bersamaan dengan pengunduran diri kepala administrasi Hamas di Gaza, Mohammed al-Farra. Dalam pernyataannya, ia menegaskan seluruh persiapan administrasi telah dilakukan agar pemerintahan dapat dialihkan kepada NCAG.
"Setelah memastikan seluruh persiapan yang diperlukan untuk penyerahan sistem pemerintahan di Jalur Gaza telah selesai, dengan ini saya mengajukan pengunduran diri dari jabatan saya sebagai ketua Komite Tindak Lanjut Pekerjaan Pemerintah di Jalur Gaza dan ketua Komite Darurat Pemerintah," ujarnya.
Al-Farra menjelaskan bahwa Hamas bersedia segera mengakhiri perannya sebagai pengarah politik pemerintahan Gaza. Namun, aparatur sipil dan pegawai pemerintahan akan tetap menjalankan tugasnya secara profesional hingga NCAG benar-benar dapat memasuki dan mengambil alih administrasi wilayah tersebut.
Kendati demikian, peluang terjadinya transisi kekuasaan dalam waktu dekat masih dipenuhi hambatan. NCAG sendiri telah dibentuk sejak Januari lalu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat. Namun, pemerintah Israel hingga kini belum mengizinkan 13 anggota komite tersebut memasuki Gaza sehingga seluruh anggotanya masih berada di Kairo, Mesir.
Ketua NCAG, Ali Shaath, menyatakan komitenya siap mengambil alih tanggung jawab pemerintahan segera setelah memperoleh akses dan dukungan yang diperlukan.
"Kami sepenuhnya siap memikul tanggung jawab nasional segera setelah sumber daya dan kemampuan yang diperlukan tersedia," tulisnya melalui media sosial.
Sementara itu, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan keputusan organisasinya bertujuan menghilangkan alasan yang selama ini digunakan Israel untuk melanjutkan operasi militernya di Gaza.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
