
Ilustrasi remaja mengakses media sosial di tengah gelombang regulasi digital yang semakin ketat di berbagai negara (Business Insider)
JawaPos.com - Kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur kini berkembang menjadi arus regulasi lintas negara yang mulai memberi tekanan langsung kepada raksasa teknologi global seperti Meta dan Google, serta ekosistem platform digital yang turut dipengaruhi figur besar industri seperti Elon Musk dan Mark Zuckerberg.
Australia menjadi titik awal perubahan tersebut ketika pada Desember memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu regulasi paling luas di dunia dalam konteks perlindungan anak di ruang digital, sekaligus menjadi eksperimen kebijakan publik yang diamati banyak negara.
Namun, sejak awal implementasinya, efektivitas kebijakan ini masih diperdebatkan, termasuk soal kemampuan anak untuk tetap mengakses platform melalui berbagai celah teknis. Melansir The Guardian, Selasa (30/6/2026), langkah Australia kemudian berkembang menjadi pemicu munculnya gelombang regulasi serupa di berbagai negara.
Baca Juga:Indonesia Dukung Kerja Sama ASEAN-Australia Soal Pekerja Migran dan Kejahatan Transnasional
Laporan tersebut menyoroti bahwa dalam beberapa bulan setelah kebijakan itu diterapkan, sejumlah negara mulai mengadopsi pendekatan pembatasan dengan model yang berbeda-beda, mencerminkan perubahan cara pandang global terhadap dampak media sosial pada anak dan remaja.
Indonesia pada Maret mulai membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, disusul Malaysia pada bulan ini. Sementara itu, Inggris mengumumkan kebijakan serupa yang direncanakan berlaku pada awal 2027. Pola ini menunjukkan bahwa pendekatan regulasi tidak lagi bersifat terisolasi, melainkan mulai membentuk kecenderungan lintas kawasan, meski dengan desain kebijakan dan mekanisme implementasi yang tidak seragam.
Justin Hendrix, kepala eksekutif Tech Policy Press, menilai Australia telah menjadi penanda awal pergeseran arah kebijakan global terkait pembatasan media sosial bagi anak. Dia mengatakan, "Hal ini tampaknya memicu rasa ingin tahu di kalangan regulator di berbagai negara."
Namun dia juga menekankan bahwa dorongan regulasi tersebut masih berada dalam ruang ketidakpastian ilmiah. Hendrix menyebut wacana yang menggambarkan media sosial sebagai "momen seperti industri tembakau" semakin sering muncul dalam perdebatan publik, merujuk pada pandangan bahwa teknologi digital mulai diperlakukan seperti rokok yang dianggap memiliki sifat adiktif dan dampak kesehatan jangka panjang.
Pendekatan kebijakan di berbagai negara juga memperlihatkan perbedaan yang jelas. Austria menetapkan batas usia 14 tahun, Prancis 15 tahun, sementara Norwegia mempertimbangkan perluasan hingga 16 tahun. Di Polandia, Denmark, dan Inggris, pembatasan media sosial bahkan dipadukan dengan larangan penggunaan ponsel di lingkungan sekolah sebagai bagian dari kebijakan pendidikan digital.
Di sisi lain, tekanan hukum terhadap perusahaan teknologi meningkat melalui berbagai gugatan yang diajukan oleh lembaga pendidikan, pemerintah, hingga keluarga. Mereka menuduh platform digital berkontribusi terhadap gangguan kesehatan mental anak melalui desain produk yang dianggap adiktif.
Dalam salah satu kasus di California, pengacara Mark Lanier menyatakan, "Bagaimana Anda membuat anak tidak pernah meletakkan ponsel? Itu adalah rekayasa ketergantungan. Mereka merancangnya, mereka menambahkan fitur-fitur itu ke dalam ponsel."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
