Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 00.02 WIB

Presiden Lebanon Bahas Peran Militer Pasca Kesepakatan Kerangka dengan Israel

Serangan Israel ke Lebanon (The Guardian) - Image

Serangan Israel ke Lebanon (The Guardian)

JawaPos.com - Presiden Lebanon Joseph Aoun pada membahas tanggung jawab Angkatan Darat Lebanon ke depan bersama Panglima Angkatan Darat Rodolphe Haykal. Hal ini setelah tercapainya kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat antara Lebanon dan Israel untuk mengakhiri perang.

Dalam pernyataannya, Kantor Kepresidenan Lebanon mengatakan Aoun menerima Haykal dan mendapat penjelasan mengenai hasil kunjungan panglima angkatan darat itu ke Turki dan Inggris yang berfokus pada kerja sama militer.

Keduanya juga meninjau situasi keamanan di Lebanon serta membahas tugas-tugas angkatan darat setelah hasil perundingan Lebanon-Amerika Serikat-Israel dan kesepakatan kerangka untuk mengakhiri perang di Lebanon.

Pada Jumat lalu, Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat yang mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki, diawali dari dua “wilayah percontohan” yang tidak disebutkan lokasinya secara terbuka.

Kesepakatan tersebut tidak menetapkan jadwal penarikan pasukan Israel, melainkan mengaitkannya dengan pengambilalihan tanggung jawab penuh atas keamanan oleh Angkatan Darat Lebanon di wilayah yang dikosongkan serta pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata, terutama Hizbullah.

Pejabat Lebanon menyebut kesepakatan itu sebagai “langkah awal” menuju pemulihan penuh kedaulatan negara. Namun, Hizbullah menolaknya dengan menyebutnya sebagai kesepakatan yang “memalukan” dan “tidak sah dan tidak berlaku”, serta menilai pengaitan penarikan pasukan Israel dengan pelucutan senjatanya telah melanggar “garis merah”.

Lebih lanjut, Aoun memuji pimpinan, perwira, dan seluruh personel angkatan darat atas peran mereka dalam memperluas kewenangan negara, menjaga keamanan dan stabilitas, mengamankan perbatasan Lebanon, serta memelihara perdamaian di dalam negeri.

Ia juga mengatakan bahwa “kampanye keraguan dan pencemaran nama baik" yang menyasar institusi militer dan para pemimpinnya tidak akan memengaruhi kinerja nasional angkatan darat yang tetap berkomitmen menjalankan keputusan otoritas politik, dan juga tidak akan merusak kepercayaan pemerintah dan rakyat Lebanon terhadap militer.

Sejak 2 Maret, agresi militer Israel di Lebanon telah menewaskan 4.257 orang dan melukai 12.196 lainnya, serta memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore