Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 02.30 WIB

Hizbullah Menolak Perjanjian Israel-Lebanon Saat Serangan Israel Menghantam Wilayah Selatan

Pendukung Hizbullah di pinggiran selatan Beirut memprotes perjanjian trilateral antara AS, Israel, dan Lebanon (Al-Jazeera) - Image

Pendukung Hizbullah di pinggiran selatan Beirut memprotes perjanjian trilateral antara AS, Israel, dan Lebanon (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, menolak perjanjian kerangka kerja antara Lebanon dan Israel yang ditandatangani di Washington, Amerika Serikat.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Minggu (28/6), Qassem menyebut kesepakatan tersebut sebagai tindakan yang memalukan dan dianggap sebagai penyerahan kedaulatan Lebanon. Penolakan tersebut disampaikan setelah serangan Israel kembali menghantam wilayah Lebanon selatan dan menimbulkan korban jiwa.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat serangan Israel di wilayah selatan. Serangan tersebut menjadi korban jiwa pertama yang tercatat setelah perjanjian Israel-Lebanon ditandatangani.

Hezbollah menilai keberadaan pasukan Israel serta serangan yang masih berlangsung menunjukkan bahwa konflik belum berakhir.

Qassem menegaskan bahwa Hezbollah tidak menerima hubungan antara penarikan pasukan Israel dari Lebanon dengan tuntutan pelucutan senjata kelompok tersebut. Ia menyatakan bahwa Hezbollah akan tetap melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel dan tidak akan meninggalkan medan konflik.

Pernyataan tersebut memperlihatkan penolakan kuat Hezbollah terhadap isi kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat.

Perjanjian Israel-Lebanon tersebut tidak secara langsung mencantumkan kewajiban Israel untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan. Sejumlah pihak menilai kesepakatan itu dapat menjadi langkah menuju normalisasi hubungan, tetapi Hezbollah dan pendukungnya menganggapnya sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara.

Protes terhadap perjanjian tersebut terjadi di Beirut dengan aksi pembakaran ban dan pemblokiran sejumlah jalan.

Di sisi lain, sejumlah pejabat Lebanon menyambut kesepakatan tersebut sebagai peluang untuk mengakhiri konflik dengan Israel. Namun, perbedaan pandangan antara pemerintah Lebanon, Hezbollah, dan pihak lain menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian masih menghadapi tantangan besar.

Serangan Israel yang terus terjadi di wilayah selatan semakin memperumit upaya menciptakan stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore