
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri upacara peringatan Hari Peringatan Prajurit Gugur Israel, atau Yom HaZikaron, di Pemakaman Militer di Gunung Herzl di Yerusalem, Selasa, 21 April 2026. (Ilia Yefimovich/Pool Photo via AP)
JawaPos.com - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan memasuki babak baru. Di tengah meningkatnya perbedaan pandangan antara Washington dan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump disebut mulai menjalin komunikasi informal dengan tokoh-tokoh oposisi Israel.
Laporan Channel 12 akhir pekan lalu menyebutkan bahwa pemerintahan AS menilai kemungkinan perubahan pemerintahan di Israel semakin terbuka. Karena itu, Washington mulai melakukan pendekatan dengan Naftali Bennett, pemimpin partai Together, serta Gadi Eisenkot, pemimpin partai Yashar, yang dipandang sebagai figur penting dalam kubu oposisi.
Menurut laporan tersebut, langkah ini dilakukan karena AS mulai khawatir terhadap pengaruh kelompok garis keras di dalam kabinet Netanyahu.
“Pemerintahan AS telah menyatakan kekhawatiran terhadap kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan baru menjelang pemilu,” tulis Channel 12.
Upaya pendekatan itu juga disebut tidak terjadi secara sepihak. Dalam beberapa bulan terakhir, kubu oposisi Israel dilaporkan aktif membangun hubungan dengan pemerintahan Trump dan berhasil memperoleh 'keberhasilan terbatas dengan para pejabat yang kritis terhadap kebijakan Netanyahu'.
Channel 12 menilai langkah Washington merupakan upaya memanfaatkan peluang politik yang muncul akibat memburuknya hubungan kepercayaan dengan pemerintahan Israel saat ini. Meski demikian, Presiden Trump disebut belum secara resmi memberikan dukungan kepada tokoh politik Israel mana pun sebagai alternatif Netanyahu.
Laporan tersebut muncul ketika posisi politik Netanyahu menghadapi tekanan yang semakin besar di dalam negeri. Survei yang dipublikasikan harian Maariv pada Jumat menunjukkan bahwa blok oposisi berpotensi membentuk pemerintahan apabila pemilu digelar saat ini.
Dalam survei itu, kubu oposisi diproyeksikan meraih 61 kursi di parlemen Israel (Knesset), sementara blok pendukung Netanyahu hanya memperoleh 49 kursi. Partai-partai Arab diperkirakan mengamankan 10 kursi pada pemilu berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Dinamika politik ini terjadi bersamaan dengan perkembangan diplomatik di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat dan Iran baru-baru ini menggelar perundingan di Swiss dengan mediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik militer yang pecah setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Teheran pada Februari lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022