
Ilustrasi delegasi tingkat tinggi Iran tiba di Swiss. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Amerika Serikat dan Iran melaporkan kemajuan awal dalam putaran pertama perundingan tingkat tinggi di Swiss yang bertujuan mengakhiri konflik dan menghasilkan kesepakatan komprehensif dalam waktu 60 hari.
Perkembangan ini dinilai sebagai langkah penting di tengah ketegangan yang masih berlangsung di Lebanon dan kawasan Teluk.
Qatar dan Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, mengumumkan bahwa pembicaraan yang berlangsung di Lucerne, Swiss, telah menghasilkan 'kemajuan yang menggembirakan' serta kesepakatan mengenai peta jalan menuju penyelesaian akhir konflik.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Senin, kedua negara mediator menyebut sebuah Komite Tingkat Tinggi telah menyetujui 'roadmap menuju tercapainya kesepakatan final dalam 60 hari'.
Sementara itu, pembahasan teknis akan terus dilanjutkan sepanjang pekan ini untuk merinci poin-poin yang telah disepakati. Salah satu fokus utama perundingan adalah memastikan keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia yang sempat menjadi sumber ketegangan dalam beberapa hari terakhir.
"Pihak-pihak yang terlibat menyepakati pembentukan jalur komunikasi untuk menghindari insiden dan kesalahpahaman dengan tujuan menjamin perjalanan aman kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz," demikian isi pernyataan bersama Qatar dan Pakistan.
Seorang diplomat AS yang terlibat dalam perundingan mengungkapkan bahwa diskusi juga berfokus pada upaya memperjelas sejumlah pernyataan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz serta mekanisme penegakan gencatan senjata di Lebanon.
Selain isu keamanan kawasan, kedua delegasi juga mulai membahas elemen-elemen penting dalam kemungkinan kesepakatan nuklir baru antara Washington dan Teheran. Menurut diplomat tersebut, hasil pembahasan hari pertama akan menjadi landasan bagi negosiasi teknis lanjutan dalam beberapa pekan mendatang.
Ketegangan Lebanon Jadi Tantangan Besar
Kemajuan diplomatik ini terjadi di tengah situasi yang masih rapuh di Lebanon. Kesepakatan awal yang dicapai pekan lalu mencakup komitmen untuk mengakhiri pertempuran di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon, serta memastikan kembali beroperasinya Selat Hormuz.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
