
Warga terdampak bersiap kembali ke desa mereka di Sidon setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata awal AS-Iran (Freepik)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal pada Senin (15/6) dini hari untuk memperpanjang gencatan senjata yang masih rapuh sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis utama perdagangan energi global.
Kesepakatan ini akan mulai diimplementasikan setelah penandatanganan resmi pada Jumat di Swiss dengan mediasi Pakistan.
Meski demikian, perkembangan tersebut segera diikuti eskalasi politik di kawasan setelah Israel menegaskan tidak akan menarik diri dari wilayah yang telah direbut di Lebanon, yang menambah tekanan terhadap kesepakatan yang baru diumumkan.
Dilansir dari The Seattle Times, Senin (15/6/2026), "AS dan Iran mencapai kesepakatan awal pada Senin dini hari yang akan memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dan membuka kembali Selat Hormuz, namun tantangan segera muncul termasuk Israel yang menegaskan tidak akan mundur dari wilayah yang direbut di Lebanon."
Ketegangan meningkat setelah Israel menyampaikan sikap resminya pasca pengumuman kesepakatan. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menarik diri dari wilayah yang telah dikuasai di Lebanon. Ia bahkan menyebut Israel akan tetap berada di wilayah tersebut "tanpa batas waktu", termasuk di sebagian wilayah Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza.
Katz juga memperingatkan bahwa jika Iran merespons serangan Israel di Lebanon, maka Israel akan membalas dengan "kekuatan besar". Pernyataan ini memperlihatkan bahwa kesepakatan yang diumumkan Washington dan Teheran masih berada dalam posisi sangat rentan terhadap eskalasi baru di lapangan.
Dalam perkembangan konflik yang lebih luas, Israel disebut telah menguasai sekitar 1.000 kilometer persegi wilayah di Gaza, Lebanon, dan Suriah dalam 2,5 tahun terakhir. Luasan tersebut hampir setara namun sedikit lebih kecil dari wilayah Kota New York, mencerminkan skala perluasan kendali militer yang terjadi selama perang berlangsung.
Sementara itu, kesepakatan AS–Iran juga menetapkan batas waktu 60 hari untuk menyelesaikan isu krusial terkait cadangan uranium yang diperkaya tinggi serta program nuklir Iran. Isu ini telah menjadi titik utama perselisihan sejak runtuhnya perjanjian nuklir 2015, setelah AS menarik diri secara sepihak pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, yang kemudian memicu eskalasi ketegangan hingga perang saat ini.
Presiden Donald Trump menyambut kesepakatan tersebut melalui media sosial dengan menyatakan, "Selamat kepada semua!" Ia juga mengumumkan bahwa pembukaan Selat Hormuz serta pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat telah disetujui, meskipun kemudian ia menyebut langkah tersebut baru akan berlaku setelah penandatanganan resmi pada Jumat.
Di sisi lain, Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengonfirmasi adanya kesepakatan tersebut di televisi nasional. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan memulai implementasi apa pun sebelum dokumen resmi ditandatangani. Selain itu, Iran menyebut pelaksanaan kesepakatan masih bergantung pada hasil akhir perundingan mendatang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
