
Replika simbolis rudal Iran dipamerkan di Teheran, di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran (The Jerusalem Post)
JawaPos.com - Ketegangan panjang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) berpotensi memasuki babak baru setelah muncul draf nota kesepahaman yang memuat komitmen besar dari kedua negara.
Dalam rancangan kesepakatan tersebut, Teheran disebut menyatakan tidak akan memproduksi maupun memperoleh senjata nuklir, sementara Washington menawarkan pelonggaran sanksi ekonomi dan pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan.
Perkembangan itu muncul di tengah upaya diplomatik intensif untuk mengakhiri krisis yang telah memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar energi global. Sejumlah mediator regional, termasuk dari Qatar, turut terlibat dalam pembahasan yang masih berlangsung untuk menyempurnakan rincian teknis dan politik dari kesepakatan tersebut.
Dilansir dari The Jerusalem Post, Minggu (14/6/2026), seorang pejabat senior Iran yang dikutip Reuters mengungkapkan bahwa draf akhir nota kesepahaman dengan AS memuat komitmen Teheran bahwa negara itu "tidak akan memproduksi ataupun memperoleh senjata nuklir." Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin paling penting dalam negosiasi yang telah berlangsung selama beberapa waktu.
Pejabat tersebut juga menjelaskan bahwa kedua pihak telah menyepakati langkah sementara sebelum tercapainya perjanjian final. Selama proses negosiasi berlangsung, Iran berjanji tidak mempertahankan status quo program nuklirnya, termasuk tidak melakukan pengayaan uranium tambahan maupun memperluas fasilitas nuklir yang ada.
Sementara itu, mekanisme untuk mengurangi kadar pengayaan uranium Iran yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi akan dirundingkan lebih lanjut dalam 60 hari mendatang.
Selain itu, menurut laporan The Jerusalem Post, pejabat senior Iran itu menyatakan, "Teheran sepakat bahwa mereka tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir." Ia juga menambahkan bahwa pembahasan mengenai mekanisme teknis pengelolaan uranium yang diperkaya tinggi akan menjadi bagian dari negosiasi lanjutan.
Sebagai bagian dari timbal balik, AS disebut bersedia memberikan sejumlah konsesi ekonomi. Draf kesepakatan mengatur penghapusan sementara seluruh sanksi terhadap ekspor minyak Iran untuk periode tertentu.
Selain itu, Washington juga dikabarkan akan membebaskan aset Iran yang selama ini dibekukan senilai sekitar USD 25 miliar atau sekitar Rp445 triliun, dengan kurs Rp17.810 per dolar AS. Dana tersebut dilaporkan dapat disalurkan melalui transfer tunai langsung, kerja sama regional, maupun jalur fasilitas pembiayaan.
Tidak hanya menyentuh isu nuklir dan ekonomi, rancangan nota kesepahaman itu juga memiliki dimensi strategis terhadap perdagangan global. AS disebut akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sedangkan Teheran berkomitmen membuka kembali Selat Hormuz bagi seluruh pelayaran komersial. Jalur laut tersebut merupakan salah satu lintasan energi terpenting di dunia karena menjadi jalur utama distribusi minyak dari kawasan Teluk.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
