
Komando militer tertinggi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran(The Straits Times)
JawaPos.com - Iran pada Kamis (11/6) mengumumkan penutupan Selat Hormuz setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer terbaru terhadap sejumlah target di wilayahnya, dalam eskalasi yang memperburuk konflik kedua negara dan mengancam jalur perdagangan energi global.
Militer Iran menyatakan akan menargetkan setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz setelah sebelumnya menyerang dua kapal yang berupaya melewati jalur tersebut. Otoritas militer Iran juga menegaskan bahwa selat itu ditutup untuk seluruh jenis kapal tanpa batas waktu.
Melansir Reuters, Kamis (11/6/2026), eskalasi memuncak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran beberapa jam sebelum Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman untuk"“menyerang mereka dengan keras" sekaligus menuduh negosiator Iran "mempermainkan kami seperti orang bodoh."
Seiring meningkatnya tekanan militer tersebut, Trump juga menyebut telah berbicara dengan pejabat Iran dan mengklaim Teheran meminta penghentian serangan udara. Meski demikian, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan kembali melancarkan serangan jika kesepakatan tidak tercapai.
Di tengah pernyataan politik tersebut, Axios melaporkan bahwa serangan AS menargetkan sistem pertahanan udara, radar, serta unit komando dan kendali drone di Iran, yang memperlihatkan perluasan sasaran operasi militer.
Sebagai respons langsung, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang 18 target militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain, dengan pihak Bahrain melaporkan sirene sempat berbunyi di sejumlah wilayah sebagai dampak dari meningkatnya ketegangan.
Ketegangan kemudian berlanjut ke jalur strategis Selat Hormuz, ketika Komando Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa "setiap lalu lintas kapal di Selat Hormuz akan menjadi target" dan menyebut jalur tersebut "ditutup sepenuhnya untuk semua jenis kapal.
Namun, pernyataan tersebut segera dibantah oleh Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) yang menyatakan bahwa kapal komersial masih tetap beroperasi dan melintas di Selat Hormuz.
Di sisi lain, IRGC melalui laporan media Iran IRIB dan Mehr News Agency menyebut bahwa angkatan lautnya menembak dua kapal yang diduga melanggar aturan pelayaran, serta memperingatkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut jika pelanggaran terus terjadi.
Dalam pernyataan lanjutan, IRGC juga menegaskan bahwa kapal tidak boleh meninggalkan tempat berlabuh di Teluk Persia dan Laut Oman, serta setiap upaya mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai tindakan kerja sama dengan musuh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022