Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 16.55 WIB

Xi Jinping dan Kim Jong Un Perkuat Poros Pyongyang-Beijing, Tiongkok Tegaskan Peran Strategis di Asia Timur

Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama kunjungan resmi Xi ke Pyongyang (The Straits Times) - Image

Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama kunjungan resmi Xi ke Pyongyang (The Straits Times)

JawaPos.com - Kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Korea Utara menghasilkan kesepakatan strategis baru yang dinilai dapat memengaruhi lanskap geopolitik Asia Timur. Kedua pemimpin sepakat memperdalam kemitraan tradisional yang telah terjalin selama puluhan tahun, di tengah meningkatnya rivalitas antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta semakin eratnya hubungan Pyongyang dengan Rusia.

Dilansir dari The Straits Times, Rabu (10/6/2026), media resmi Korea Utara KCNA menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah menyepakati kerangka besar pengembangan hubungan bilateral kedua negara. Dalam laporannya, KCNA menyebut bahwa keduanya "menyampaikan kepuasan serta rasa haru yang mendalam atas tersusunnya kerangka tersebut bagi perkembangan hubungan kedua negara."

Kunjungan kenegaraan selama dua hari itu menjadi lawatan pertama Xi ke Pyongyang dalam tujuh tahun terakhir. Menurut KCNA, kedua negara "semakin memperdalam persahabatan revolusioner dan hubungan persaudaraan yang erat serta menegaskan tekad kuat untuk mengembangkan hubungan persahabatan tradisional DPRK-Tiongkok menjadi model hubungan yang paling kuat dan strategis."

Agenda tersebut berlangsung hanya beberapa pekan setelah Xi menerima Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing.

Selain menggelar pertemuan resmi, Xi dan Kim mengunjungi Sekolah Pelatihan Kader Pusat Partai Buruh Korea, berdiskusi mengenai pembinaan pejabat partai, serta menanam pohon peringatan. Keduanya juga mendatangi Menara Persahabatan yang didedikasikan bagi prajurit Tiongkok yang gugur dalam Perang Korea. Setelah jamuan makan siang bersama pasangan masing-masing, Kim bahkan mengantar Xi hingga ke bandara.

Usai kembali ke Beijing, Xi mengirim surat terima kasih kepada Kim. Menurut KCNA, Xi menyatakan bahwa kedua pemimpin "melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama dan mencapai serangkaian kesepahaman penting." Reuters juga melaporkan Xi menilai kedua negara telah mencapai "konsensus penting" untuk menjaga perdamaian kawasan dan dunia.

Dalam surat tersebut, Xi menambahkan bahwa pembicaraan kedua pemimpin "menunjukkan tekad kuat kedua belah pihak untuk terus mengharumkan persahabatan tradisional, mendorong pembangunan dan kemakmuran bersama, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan maupun di seluruh dunia." Dia juga menyatakan hubungan kedua negara telah memasuki "tahap sejarah baru" yang membuka arah kerja sama yang lebih jelas.

Tak hanya itu, kunjungan ini memiliki arti strategis bagi Pyongyang. Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong Un semakin mendekat ke Moskwa, termasuk dengan memperkuat aliansi bersama Vladimir Putin dan mengirim pasukan untuk mendukung operasi militer Rusia di Ukraina. Pada saat yang sama, Korea Utara juga terus memperluas program senjata nuklirnya.

Namun, Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar Korea Utara sekaligus sumber penting dukungan ekonomi dan diplomatik bagi negara yang masih menghadapi berbagai sanksi internasional. Reuters mencatat Beijing berupaya mempertahankan pengaruhnya di Pyongyang di tengah meningkatnya hubungan Korea Utara dengan Rusia dan dinamika keamanan di Semenanjung Korea.

Momentum lawatan Xi juga menarik perhatian karena berlangsung tidak lama setelah pembicaraannya dengan Donald Trump. Gedung Putih sebelumnya menyatakan kedua pemimpin memiliki tujuan bersama untuk mendorong denuklirisasi Korea Utara. Meski demikian, selama kunjungan di Pyongyang, media resmi kedua negara lebih banyak menyoroti kerja sama politik, ekonomi, budaya, serta komunikasi strategis ketimbang isu nuklir.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore