
Ilustrasi. Pekerja di Jepang. (hr.asia)
JawaPos.com – Kabar baik datang dari pasar tenaga kerja Jepang. Upah riil pekerja di Negeri Sakura tercatat naik selama empat bulan berturut-turut hingga April 2026, menjadi tren kenaikan terpanjang dalam lima tahun terakhir.
Data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang yang dirilis Jumat (5/6) menunjukkan upah riil meningkat 1,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tersebut menjadi yang keempat secara beruntun dan merupakan tren positif terpanjang sejak periode tujuh bulan berturut-turut yang terjadi pada 2021.
Peningkatan gaji didorong oleh langkah perusahaan-perusahaan Jepang yang menawarkan upah lebih tinggi guna menarik sekaligus mempertahankan tenaga kerja di tengah persaingan mendapatkan talenta.
Secara nominal, rata-rata pendapatan tunai bulanan pekerja Jepang, termasuk gaji pokok dan lembur, mencapai 312.425 yen atau sekitar Rp 34,68 juta (1 yen sekitar Rp 111).
Angka tersebut naik 3,5 persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadi bulan ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan di atas 3 persen. Ini merupakan pencapaian yang belum pernah terjadi dalam lebih dari 34 tahun terakhir.
Sementara itu, indeks inflasi yang digunakan dalam perhitungan upah riil berada di level relatif rendah, yakni 1,5 persen. Pemerintah Jepang menilai hal itu dipengaruhi program subsidi bahan bakar yang membantu menahan lonjakan harga bensin akibat konflik Timur Tengah.
Dalam negosiasi upah tahun fiskal yang dimulai April lalu, banyak perusahaan besar Jepang menyetujui kenaikan gaji sesuai tuntutan serikat pekerja, bahkan rata-rata melampaui 5 persen.
Konfederasi Serikat Buruh Jepang (Rengo) mencatat rata-rata kenaikan upah dalam negosiasi 2026 mencapai 5,02 persen.
Sementara survei federasi bisnis terbesar Jepang, Keidanren, menunjukkan kenaikan rata-rata di perusahaan besar mencapai 5,46 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022