
Ilustrasi virus Ebola (Freepik)
JawaPos.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan, meningkatnya kekerasan di bagian timur Republik Demokratik Kongo (DRC) memperburuk wabah Ebola. Selain itu juga menghambat upaya kemanusiaan untuk menangani penyakit tersebut.
"DRC timur sekarang menghadapi benturan dahsyat antara penyakit dan konflik,” tulisnya dilansir dari Antara, Kamis (28/5).
Tedros mengatakan wabah Ebola di Provinsi Ituri sulit ditangani karena pertempuran dan pengungsian menghambat akses ke masyarakat yang terdampak.
Wabah tersebut melibatkan strain Ebola Bundibugyo, yang saat ini belum memiliki vaksin atau pengobatan yang disetujui. Ia memperingatkan bahwa bentrokan yang sedang berlangsung memaksa orang-orang yang terpapar masuk ke kamp-kamp yang penuh sesak, memungkinkan penularan lebih luas.
"Menghentikan penularan Ebola ini sepenuhnya bergantung pada akses kemanusiaan," kata Tedros.
Serangan terhadap fasilitas kesehatan juga membuat pelacakan infeksi dan kontak "hampir mustahil”, ujarnya.
Kepala WHO itu mengatakan bahwa petugas kesehatan di garda depan bekerja sambil menantang bahaya ekstrem karena kekerasan menyebar di seluruh wilayah tersebut.
“Kita tidak dapat membangun kepercayaan masyarakat atau mengisolasi orang sakit sementara bom berjatuhan,” tulis Tedros.
Ia mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menyetujui gencatan senjata segera dan mengizinkan “akses yang aman dan berkelanjutan” bagi tim medis yang menangani wabah tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022