
David Sacks dan Mark Zuckerberg menghadiri jamuan makan malam bersama para petinggi teknologi di Gedung Putih, Washington D.C. (The Guardian)
JawaPos.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membatalkan rencana perintah eksekutif yang mewajibkan peninjauan keamanan terhadap model kecerdasan buatan (AI) baru menandai kemenangan penting bagi industri teknologi global.
Langkah ini sekaligus memperkuat kekhawatiran bahwa arah kebijakan AI kini semakin dipengaruhi oleh kekuatan korporasi raksasa Silicon Valley.
Hanya beberapa jam sebelum dokumen itu dijadwalkan ditandatangani pada Kamis, Trump secara tiba-tiba menarik kembali rencana itu. Padahal, kebijakan tersebut sebelumnya digadang-gadang sebagai upaya awal pemerintah untuk merespons risiko keamanan dari model AI generasi terbaru yang berkembang sangat cepat.
Baca Juga:Tak Gubris Klaim Sepihak AS, Iran Fokus Upayakan Cara Terbaik Lindungi Kepentingan Nasionalnya
Dilansir dari The Guardian, Senin (25/5/2026), Trump mengatakan di Ruang Oval, "Saya tidak menyukai beberapa aspek di dalamnya, jadi saya menundanya." Orang nomor satu di AS itu menegaskan, "Kami yang akan memimpin Tiongkok, kami juga akan meninggalkan semua pihak yang menentang, dan saya tidak ingin mengambil langkah apa pun yang justru melemahkan posisi keunggulan itu."
Keputusan itu dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintah AS memilih untuk mempertahankan dominasi teknologi ketimbang memperketat regulasi. Dalam konteks persaingan dengan Tiongkok, pendekatan ini memperlihatkan prioritas pada percepatan inovasi, meski risiko keamanan terus meningkat.
Namun, pembatalan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Sejumlah laporan mengungkap bahwa tokoh teknologi seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan mantan penasihat Gedung Putih David Sacks disebut melakukan komunikasi langsung dengan Trump untuk mendorong perubahan keputusan. Tekanan lobi itu menambah daftar panjang pengaruh industri terhadap kebijakan publik di sektor AI.
Di saat yang sama, kekhawatiran terhadap keamanan AI meningkat setelah perusahaan Anthropic memperkenalkan model "Claude Mythos" yang disebut mampu menemukan kerentanan dalam sistem komputer. Model ini bahkan memicu kekhawatiran lintas negara karena potensi dampaknya terhadap infrastruktur penting seperti sistem keuangan dan jaringan digital.
Situasi tersebut sempat mendorong Gedung Putih mempertimbangkan pendekatan regulasi baru. Wakil Presiden JD Vance dilaporkan melakukan komunikasi dengan para pemimpin perusahaan AI untuk membahas risiko yang muncul. Namun, sikap ini berbenturan dengan posisi lama pemerintahan yang lebih memilih pertumbuhan cepat industri AI tanpa banyak pembatasan.
Di sisi lain, perusahaan besar seperti Microsoft dan Google sebelumnya telah menyetujui skema pengawasan terbatas yang bersifat sukarela dengan lembaga standar keamanan AI pemerintah. Namun, kesepakatan tersebut tidak bersifat mengikat, sehingga tidak memberikan kontrol hukum yang kuat terhadap pengembangan model baru.
Draf perintah eksekutif yang akhirnya dibatalkan juga menunjukkan pendekatan yang sangat longgar. Dokumen tersebut secara eksplisit menyatakan, "Tidak ada satu pun ketentuan dalam bagian ini yang dapat ditafsirkan sebagai dasar untuk membentuk kewajiban perizinan pemerintah, persetujuan awal (preclearance), atau lisensi wajib bagi pengembangan, publikasi, peluncuran, maupun distribusi model kecerdasan buatan baru, termasuk model frontier," yang menegaskan minimnya intervensi negara.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
