Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Mei 2026 | 23.14 WIB

Cerita Para WNI Korban Penculikan Tentara Zionis Israel dalam Misi Global Sumud Flotilla, Dipukul, Ditendang, Hingga Disetrum

 

9 WNI yang menjadi peserta Global Sumud Flotilla Gaza, menjalani pemeriksaan di Turkiye sebelum dipulangkan ke Tanah Air. (IG/GPC).

JawaPos.com - Sebanyak 9 Warga Negara Indonesia (WNI) korban penculikan oleh tentara zionis Israel di Perairan Internasional sudah dibebaskan. Kini mereka berada di Istanbul, Turkiye untuk dipulangkan ke Indonesia. Berdasar berbagai rekaman video yang dibagikan oleh sejumlah aktivis dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), para WNI sempat mengalami berbagai tindak kekerasan.

Mereka mengaku sempat mengalami berbagai tindakan kekerasan saat dicegat dan diculik oleh militer Israel beberapa waktu lalu. Ada yang dipukul, ditendang, sampai disetrum. Ada pula yang masih merasakan sakit hingga dibebaskan dan dideportasi melalui Turkiye. Salah satunya disampaikan oleh aktivis bernama Hendro Prasetyo. Dia mengaku beberapa kali disetrum.

”Saya ditonjok, dipukul, kemudian disetrum 2 kali, ditendang 2 kali, kemudian dibabuk sekali,” ucap dia dikutip dari rekaman video yang diunggah akun media sosial resmi GPCI pada Jumat (22/5).

Hal serupa disampaikan oleh aktivis lainnya bernama As’ad Aras Muhammad. Dia menceritakan sempat mengalami beberapa tindakan kekerasan seperti dipukul, diinjak, dan kekerasan verbal yang dilakukan oleh tentara Israel saat menculik para WNI tersebut.

”Ditonjok, diinjak, diejek” ucap pria yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 tersebut.

Berdasar data, 9 WNI yang menjadi korban penculikan tentara Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina itu terdiri atas Andi Angga Prasadewa, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo Nugroho, Thoudy Badai, Bambang Noroyono, Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, As’ad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo (Aktivis).

Tim Hukum GSF dari Indonesia, Callista Adani Chendra sudah memastikan bahwa seluruh WNI yang tergabung dalam misi tersebut telah dibebaskan oleh pihak Israel. Mereka dideportasi keluar Israel setelah sempat ditahan di fasilitas penahanan milik Israel.

”Sebagian besar peserta sedang dipindahkan ke Bandara Ramon untuk diterbangkan keluar dari Israel,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (22/5).

Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy memastikan hal itu setelah mendapatkan konfirmasi resmi dari tim hukum dan sumber diplomatik internasional pada Kamis (21/5). Menurut dia, para relawan tersebut kini tengah dalam proses deportasi.

”Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel. Para delegasi saat ini sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel,” kata dia kepada awak media.

Mereka akan dibawa keluar dari Israel menuju Istanbul, Turkiye. Meski sudah mendapatkan kepastian, tim hukum terus melakukan pemantauan secara ketat guna memastikan seluruh relawan yang juga aktivis kemanusiaan itu bisa keluar dari Israel dengan aman tanpa penundaan tambahan.

”Sebelumnya, para delegasi melaporkan mengalami berbagai tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi selama penahanan, diantaranya pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, penghinaan dan pelecehan, pemaksaan posisi menyakitkan, hingga beberapa korban mengalami luka serius dan perawatan medis,” beber Harfin.

Menurut dia, seluruh operasi intersepsi kapal di perairan internasional, penculikan sipil, penahanan sewenang-wenang, hingga tindakan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore