
Pos pemeriksaan cuci tangan dan skrining suhu bagi seluruh pengunjung serta pasien di Rumah Sakit Kyeshero sebagai bagian dari langkah pencegahan Ebola di Goma, Republik Demokratik Kongo, 18 Mei 2026. (The Guardian)
JawaPos.com — Penyakit infeksi seperti Ebola dan hantavirus dilaporkan semakin sering muncul dan menimbulkan dampak yang lebih luas di berbagai wilayah dunia. Para pakar kesehatan global memperingatkan bahwa dunia kini menghadapi peningkatan risiko wabah yang tidak hanya lebih sering terjadi, tetapi juga lebih sulit dikendalikan.
Situasi ini memperlihatkan bahwa sistem kesehatan global belum cukup siap menghadapi ancaman penyakit menular yang terus berkembang. Laporan terbaru dari Global Preparedness Monitoring Board (GPMB) menegaskan bahwa dunia berada dalam kondisi yang semakin rentan terhadap wabah penyakit infeksi.
Lembaga tersebut menyebut bahwa risiko pandemi saat ini bergerak lebih cepat dibandingkan investasi kesiapsiagaan yang dilakukan negara-negara di dunia. Dalam laporan itu ditegaskan bahwa “dunia belum benar-benar menjadi lebih aman secara signifikan”, meskipun berbagai upaya telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir dari The Guardian, Selasa (19/5/2026), laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap dua wabah sekaligus, yakni Ebola di Afrika dan kasus hantavirus yang dikaitkan dengan sebuah kapal pesiar. Pada saat yang sama, sedikitnya 87 kematian akibat Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mendorong deklarasi darurat kesehatan masyarakat internasional.
GPMB menjelaskan bahwa meningkatnya frekuensi dan dampak wabah dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural, termasuk krisis iklim yang memperluas wilayah penyebaran penyakit, serta konflik bersenjata yang melemahkan sistem kesehatan lokal. Selain itu, fragmentasi geopolitik dan kepentingan ekonomi juga disebut menghambat kerja sama global yang dibutuhkan untuk merespons wabah secara cepat dan terkoordinasi.
Di Afrika, upaya penanganan wabah Ebola terus dilakukan secara intensif oleh otoritas kesehatan di Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa status darurat internasional telah ditetapkan menyusul meningkatnya jumlah korban jiwa. Situasi ini menunjukkan kembali bagaimana Ebola tetap menjadi ancaman serius meskipun dunia telah memiliki pengalaman panjang dalam menangani wabah tersebut.
Di sisi lain, perhatian global juga tertuju pada kasus hantavirus yang terdeteksi pada kapal pesiar. Dalam pembukaan Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut bahwa kedua wabah tersebut merupakan bagian dari krisis kesehatan yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa dunia sedang menghadapi pola ancaman yang berulang dan semakin kompleks.
Sementara itu, WHO melalui perwakilannya di Republik Demokratik Kongo, Anne Ancia, melaporkan bahwa stok alat pelindung diri di ibu kota Kinshasa telah habis digunakan untuk merespons lonjakan kasus. Organisasi tersebut kini menyiapkan pengiriman tambahan dari gudang logistik di Kenya guna memperkuat respons lapangan. Sejumlah lembaga kemanusiaan seperti International Rescue Committee dan Médecins Sans Frontières juga telah dikerahkan untuk membantu penanganan darurat.
Profesor Matthew Kavanagh dari Georgetown University Center for Global Health Policy & Politics menyoroti bahwa pemangkasan bantuan kesehatan global memperburuk respons terhadap wabah. Ia menyatakan, “Karena pengujian awal menargetkan jenis Ebola yang salah, kami mendapatkan hasil negatif palsu dan kehilangan waktu respons berharga. Ketika alarm akhirnya dibunyikan, virus sudah menyebar melalui jalur transportasi utama dan melintasi batas negara.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022