Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2026 | 21.53 WIB

Trump Tunda Operasi AS di Selat Hormuz, Negosiasi dengan Iran Disebut Alami Kemajuan

Ilustrasi kapal di Selat Hormuz. (Hum English) - Image

Ilustrasi kapal di Selat Hormuz. (Hum English)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penghentian sementara operasi militer AS untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Keputusan itu disebut diambil di tengah kemajuan negosiasi baru dengan Iran yang dimediasi Pakistan.

Pengumuman tersebut disampaikan Donald Trump melalui platform Truth Social pada Selasa (5/5) waktu setempat. Ia menyebut penghentian sementara operasi dilakukan atas permintaan Pakistan dan sejumlah negara lain, sekaligus karena adanya perkembangan menuju 'kesepakatan lengkap dan final' dengan perwakilan Iran.

“Kami sepakat bersama bahwa meskipun blokade tetap berlaku penuh, Project Freedom (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk melihat apakah kesepakatan dapat difinalisasi dan ditandatangani,” tulis Trump.

Meskipun demikian, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Iran terkait pernyataan tersebut.

Pernyataan Trump muncul ketika situasi keamanan di kawasan Teluk masih memanas. Militer AS sebelumnya mengklaim telah menghancurkan sejumlah kapal Iran, rudal jelajah, dan drone di Selat Hormuz.

Di saat bersamaan, Uni Emirat Arab melaporkan sistem pertahanannya kembali mencegat serangan rudal dan drone yang diduga berasal dari Iran untuk hari kedua berturut-turut. Sebuah kapal dagang di Selat Hormuz juga dilaporkan terkena proyektil misterius.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya turut merilis peta baru wilayah Selat Hormuz dengan area kontrol Iran yang diperluas. IRGC memperingatkan kapal-kapal asing agar tetap berada di jalur yang telah ditentukan atau menghadapi 'respons tegas'.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan operasi ofensif AS terhadap Iran yang diberi nama 'Operation Epic Fury' telah selesai. Menurut Rubio, Washington tidak akan melakukan serangan tambahan kecuali lebih dulu diserang.

“Tidak akan ada penembakan kecuali kami ditembak lebih dulu,” katanya kepada wartawan di Washington DC.

Meski demikian, Rubio menegaskan Iran harus menerima konsekuensi atas upayanya mengontrol Selat Hormuz. “Selat Hormuz bukan milik Iran. Mereka tidak memiliki hak untuk menutupnya, meledakkan kapal, atau menanam ranjau,” ujar Rubio.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore