
A police officer walks past a billboard regarding the United States and Iran negotiations, outside a media facilitation center in Islamabad, Pakistan, Saturday, April 11, 2026. (AP Photo/Anjum Naveed)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung. Washington menegaskan siap kembali melancarkan operasi militer jika Teheran memutuskan keluar dari meja perundingan.
Mengutip News18, Kamis (16/4), Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyampaikan ultimatum tersebut sembari menekankan bahwa militer Amerika tetap dalam kondisi siaga penuh, meski saat ini tengah berlangsung gencatan senjata.
“Kami mengawasi Anda,” ujar Hegseth, seraya mengklaim intelijen AS memantau setiap pergerakan aset militer Iran.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa ketegangan belum benar-benar mereda, dan eskalasi bisa terjadi sewaktu-waktu.
Di sisi lain, jalur diplomasi masih dibuka. Delegasi tingkat tinggi Pakistan yang dipimpin oleh Asim Munir telah melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran guna menjajaki kemungkinan dimulainya kembali negosiasi antara Teheran dan Washington.
Pemerintah AS menyambut positif langkah tersebut. Gedung Putih bahkan mengindikasikan bahwa putaran perundingan berikutnya berpeluang digelar di Islamabad, menandakan peran penting Pakistan sebagai mediator.
Dalam pernyataan lanjutan, Hegseth menegaskan bahwa diplomasi memiliki batas waktu. Ia memperingatkan bahwa pasukan AS siap kembali berperang kapan saja jika pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan.
“AS kini mempersenjatai diri dengan kekuatan lebih besar dari sebelumnya. Industri energi belum hancur sepenuhnya. Blokade AS menghentikan ekspor. Saya harap Anda memilih kesepakatan yang ada di depan mata,” kata Hegseth.
Ia juga menegaskan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan Iran akan terus berlangsung 'selama diperlukan'. Bahkan, AS mengklaim telah menguasai sepenuhnya lalu lintas di Selat Hormuz, serta menyebut Iran 'tidak lagi memiliki angkatan laut' setelah serangan besar-besaran oleh AS dan Israel.
Teheran Balas Ancaman, Risiko Global Meningkat

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
