
Bernard Arnault, Bos LVMH yang berpengaruh dalam industri barang mewah global (Forbes)
JawaPos.com - Dinamika industri barang mewah global kembali menunjukkan volatilitas tajam. Tahun 2026 yang semula diproyeksikan sebagai periode pemulihan justru diawali dengan tekanan besar bagi raksasa mode dunia, terutama Bernard Arnault, pendiri sekaligus CEO LVMH.
Penurunan kinerja saham LVMH menjadi pemicu utama terkikisnya kekayaan Arnault. Sepanjang tahun berjalan, saham perusahaan tercatat anjlok sekitar 26 persen, menandai awal tahun terburuk dalam sejarah perusahaan, bahkan melampaui tekanan saat krisis finansial 2008, pandemi, hingga gelembung dot-com.
Melansir Forbes, Kamis (16/4/2026), LVMH membukukan pendapatan kuartal pertama sebesar €19,1 miliar atau sekitar Rp 386,5 triliun (dengan kurs Rp 20.240 per euro), turun 6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam laporan tersebut disebutkan, "pertumbuhan organik tetap positif sebesar 1 persen, dengan selisih antara kedua angka hampir sepenuhnya didorong oleh tekanan nilai tukar sebesar 7 persen."
Meski secara operasional masih mencatat pertumbuhan organik, pasar merespons negatif. Penurunan harga saham ini secara langsung memangkas hampir USD 50 miliar atau sekitar Rp 857 triliun (kurs Rp 17.150 per dolar AS) dari kekayaan Arnault, yang memiliki sekitar 50 persen saham LVMH serta kepemilikan minoritas di Hermès dan Birkenstock.
Namun, secara sektoral, mayoritas lini bisnis LVMH masih menunjukkan kinerja stabil. Divisi wine and spirits, parfum dan kosmetik, jam tangan dan perhiasan, hingga retail selektif mencatat pertumbuhan positif atau netral. Namun, divisi fashion dan leather goods yang mencakup Louis Vuitton, Dior, Celine, Givenchy, Marc Jacobs, hingga Rimowa justru mengalami penurunan 2 persen dalam kinerja inti bisnisnya.
Seiring dengan itu, LVMH secara eksplisit mengaitkan pelemahan tersebut dengan faktor geopolitik. Dalam keterangannya, perusahaan menyebut "dampak konflik di Timur Tengah sebagai pendorong utama penurunan penjualan di segmen fashion dan leather goods," yang sekaligus menegaskan tingginya sensitivitas industri barang mewah terhadap stabilitas global.
Tekanan ini memperjelas pergeseran pola konsumsi global. Laporan McKinsey State of Fashion 2026 mengungkap bahwa sekitar 80 persen pertumbuhan pasar mewah sepanjang 2023–2025 berasal dari kenaikan harga, bukan volume penjualan. Ketergantungan pada strategi harga tersebut kini mulai menjadi bumerang di tengah melemahnya daya beli konsumen aspiratif.
Di sisi lain, pergeseran preferensi juga terlihat jelas. Merek ultra-eksklusif seperti Loro Piana, bagian dari portofolio LVMH masih mencatat pertumbuhan hingga 12 persen, mencerminkan ketahanan segmen ultra-kaya. Namun, secara keseluruhan, sentimen konsumen global terus melemah akibat meningkatnya biaya hidup.
Dari sisi valuasi, posisi Arnault mengalami penurunan signifikan. Dari puncak kekayaan sekitar USD 233 miliar, kini nilainya turun menjadi USD 151 miliar atau sekitar Rp 2.588 triliun. Dia pun tergeser ke posisi kesembilan orang terkaya dunia, di bawah Jensen Huang.
Sebagai konteks historis, LVMH pernah mencapai kapitalisasi pasar 500 miliar euro pada April 2023, menjadikannya perusahaan Eropa pertama yang menembus angka tersebut. Namun kini, valuasinya turun menjadi sekitar 238 miliar euro. Koreksi ini menegaskan bahwa bahkan konglomerasi paling dominan sekalipun tidak kebal terhadap tekanan makroekonomi, geopolitik, dan perubahan perilaku konsumen global.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
