
Ilustrasi vaksin.
JawaPos.com - Pasien pertama di Rusia menerima vaksin kanker personalisasi untuk mengobati melanoma, kata Kementerian Kesehatan Rusia pada Rabu (1/4), dikutip dari ANTARA.
"Pusat Penelitian Medis Nasional Radiologi Kementerian Kesehatan Rusia untuk pertama kalinya menggunakan vaksin mRNA anti-tumor personalisasi NEOONKOVAK pada pasien melanoma kulit dalam praktik klinis," kata pihak kementerian.
Disebutkan, pasien tersebut adalah warga berusia 60 tahun dari Wilayah Kursk yang didiagnosis menderita melanoma kulit.
Penyakit itu pertama kali terdeteksi pada 2021 dan pasien menjalani operasi.
Pada 2025, penyakit berkembang dengan keterlibatan kelenjar getah bening, sehingga pasien kembali menjalani operasi.
"Saat ini, pasien menjalani imunoterapi. Meski telah diobati, risiko perkembangan penyakit tetap tinggi dan pilihan terapi standar sangat terbatas,"” kata kementerian.
Dalam kondisi tersebut, penggunaan vaksin mRNA personalisasi dipertimbangkan sebagai salah satu upaya mengendalikan penyakit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
