
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: (Gulf News)
JawaPos.com - Tak puas serang Iran, Presiden AS Donald Trump, mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan. Hal ini menyusul keberhasilan operasi militer AS beberapa waktu lalu di Venezuela.
"Saya membangun militer yang hebat ini. Saya berkata, 'Anda tidak akan pernah perlu menggunakannya,' tetapi terkadang Anda harus menggunakannya. Dan Kuba adalah target selanjutnya," kata Trump di Future Investment Initiative, sebuah konferensi bisnis Saudi, dilansir dari Antara, Minggu (29/3).
"Tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, anggap saya tidak mengatakannya. Tolong, tolong, tolong, media, tolong abaikan pernyataan itu," tambahnya.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, Rabu (25/3), mengatakan bahwa meskipun semua isu dapat dibahas dalam negosiasi dengan AS, kemerdekaan negara itu "tidak pernah" dapat dipertanyakan.
Berbicara kepada media berbahasa Spanyol Canal Red di Havana, Diaz-Canel membahas kontak yang sedang berlangsung dengan Washington.
Baca Juga:Di Tengah Perang yang Kian Memanas, Iran Pertimbangkan Keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir
Dia mengatakan berbagai topik, termasuk investasi asing, arus migrasi, perdagangan narkoba, kontra-terorisme, perlindungan lingkungan, serta sains dan pendidikan, harus dibahas dengan AS.
“Kami dapat membahas semuanya, tetapi kedaulatan kami harus dihormati. Kemerdekaan dan sistem politik kami tidak pernah terbuka untuk diskusi,” katanya.
