
Ilustrasi mimik wajah marah Donald Trump. (CNN).
JawaPos.com - Sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap konflik dengan Iran berubah drastis dalam waktu kurang dari 36 jam. Dari semula memberi sinyal meredakan ketegangan, Trump kini justru mengeluarkan ancaman keras yang berpotensi memperluas eskalasi di kawasan.
Perubahan itu bermula pada Jumat (20/3) siang, ketika Trump secara tegas menolak opsi gencatan senjata dengan Iran. "Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata dengan Iran,"ujarnya.
Namun hanya beberapa jam kemudian, arah kebijakan mulai bergeser. Hari yang sama, malam harinya, pejabat Gedung Putih menyebut Washington tengah mempertimbangkan langkah 'winding down' atau meredakan konflik.
Memasuki Sabtu (21/3) pagi, sinyal diplomasi semakin terlihat. Jalur pembicaraan damai melalui mediator seperti Qatar dan Mesir mulai dijajaki, menunjukkan adanya peluang deeskalasi di tengah ketegangan yang terus meningkat.
Namun situasi kembali berbalik tajam pada Sabtu malam. Dalam unggahan di Truth Social pukul 19.44 waktu AS Timur (23.44 GMT), Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran. Ia menuntut agar Selat Hormuz dibuka sepenuhnya tanpa ancaman dalam waktu 48 jam.
"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam dari titik waktu yang tepat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu," tulis Trump.
Ancaman tersebut menandai eskalasi signifikan dalam retorikanya. Sebelumnya, Trump sempat mengatakan kepada PBS bahwa ia sengaja menghindari penargetan pembangkit listrik di Teheran karena dampaknya bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang dan trauma bagi warga sipil.
Dari pihak Iran, respons keras langsung disampaikan Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi. Ia menegaskan bahwa Teheran akan menunjukkan 'zero restraint' atau tidak akan menahan diri jika infrastruktur negaranya diserang.
Ketegangan ini terjadi di tengah terganggunya Selat Hormuz sejak awal Maret. Jalur tersebut merupakan salah satu titik paling krusial dalam distribusi energi global, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari, atau hampir seperlima pasokan dunia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022