
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Facebook/CGTN Frontline)
JawaPos.com - Pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang membandingkan Yesus Kristus dengan Genghis Khan kini berbuntut panjang. Selain menuai kritik dari kalangan umat Kristen, kecaman juga datang dari pemerintah Iran yang menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap tokoh suci agama.
Kontroversi bermula dari pernyataan Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis. Ia menyebut bahwa dalam sejarah, kekuatan kerap mengalahkan moralitas.
“Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan dibandingkan Genghis Khan. Karena jika Anda cukup kuat, cukup tanpa belas kasihan, cukup berkuasa, maka kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi,” ujar Netanyahu.
Pernyataan itu dengan cepat viral di media sosial dan memicu kemarahan, dengan banyak pihak menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap Yesus.
Iran Ikut Mengecam
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut menanggapi keras pernyataan tersebut. Ia menuding Netanyahu tidak menghormati Yesus, sekaligus mengkritik sikapnya yang dinilai memuji sosok Genghis Khan.
Araghchi menyoroti ironi bahwa Netanyahu selama ini bergantung pada dukungan komunitas Kristen, khususnya di Amerika Serikat.
“Bagi seseorang yang sangat bergantung pada itikad baik umat Kristen di Amerika Serikat, penghinaan terbuka terhadap Yesus Kristus sangat mencolok,” ujarnya melalui platform X pribadinya.
Ia juga mengecam apa yang disebutnya sebagai 'pujian tanpa batas' Netanyahu terhadap Genghis Khan, yang ia gambarkan sebagai salah satu tokoh paling kejam dalam sejarah.
Menurut Araghchi, pernyataan tersebut sejalan dengan citra Netanyahu yang ia sebut sebagai penjahat perang yang paling dicari.
