
Warga Palestina melaksanakan salat Idul Fitri di tengah puing-puing bangunan yang hancur di lingkungan Tel al-Hawa, barat daya Kota Gaza, 20 Maret 2026. (Foto oleh Rizek Abdeljawad/Xinhua).
JawaPos.com - Suasana Idul Fitri di Palestina tahun ini jauh dari nuansa sukacita. Di tengah pembatasan ketat dan kehancuran akibat perang, umat Muslim tetap berusaha menunaikan ibadah, meski dalam kondisi penuh tekanan.
Pasukan Israel dilaporkan melarang warga Palestina mengakses Masjid Al-Aqsa saat Idul Fitri. Akibatnya, ratusan jemaah terpaksa melaksanakan shalat di gerbang dan jalan-jalan sekitar kompleks suci tersebut.
Mengutip laporan Al Jazeera, para jemaah berkumpul di titik terdekat yang bisa dijangkau, terutama di sekitar Gerbang Damaskus di Yerusalem Timur. Tentara Israel memblokir akses menuju halaman masjid, membuat umat tidak bisa masuk ke area utama Al-Aqsa.
Penutupan Masjid Al-Aqsa ini bahkan telah berlangsung selama 21 hari berturut-turut.
Pemerintah Yerusalem mengecam langkah tersebut sebagai eskalasi berbahaya sekaligus serangan langsung terhadap kebebasan beragama.
“Langkah-langkah ini bertujuan untuk memaksakan realitas Yahudisasi baru dan mengisolasi masjid dari lingkungan Palestina dan Islam di sekitarnya,” demikian pernyataan resmi otoritas setempat.
Sementara itu, di Jalur Gaza, Idul Fitri datang tanpa perayaan. Di wilayah yang masih diblokade dan luluh lantak akibat serangan, warga Palestina melaksanakan shalat di ruang terbuka, di samping rumah-rumah yang runtuh, di halaman masjid yang hancur, hingga di jalanan yang penuh bekas kehancuran.
Pengungsian massal dan kehancuran infrastruktur telah mengubah seluruh aspek kehidupan masyarakat. Namun demikian, warga tetap berkumpul untuk menjalankan ibadah, mempertahankan tradisi dan keimanan di tengah kehilangan.
Meski menghadapi perang yang terus
berlangsung dan pemindahan paksa komunitas secara luas, warga Palestina tetap merayakan Idul Fitri dengan penuh keteguhan. Ibadah menjadi simbol martabat dan perlawanan di tengah situasi yang serba sulit.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menghancurkan lanskap keagamaan di Gaza. Laporan lokal menyebutkan lebih dari 1.100 dari sekitar 1.240 masjid di wilayah tersebut telah hancur.
Kondisi ini semakin mempertegas betapa Idul Fitri di Palestina tahun ini berlangsung dalam bayang-bayang konflik, pembatasan, dan krisis kemanusiaan yang belum mereda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
