
Pejabat Israel Yariv Levin yang saat ini menjabat sebagai wakil perdana menteri, menjadi sorotan di tengah beredarnya klaim mengenai pergantian kepemimpinan nasional (Newsweek)
JawaPos.com - Klaim mengenai perubahan kepemimpinan di Israel mendadak menjadi sorotan global setelah beredar luas di media sosial. Narasi tersebut menyebutkan adanya penunjukan perdana menteri sementara di tengah situasi geopolitik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Isu ini muncul dalam konteks konflik terbuka yang melibatkan Israel dan Iran, serta dinamika politik domestik yang kompleks. Dalam situasi seperti ini, informasi terkait kepemimpinan nasional menjadi sangat sensitif dan berpotensi memengaruhi stabilitas regional maupun persepsi internasional.
Melansir Newsweek, Kamis (19/3/2026), klaim tersebut berasal dari unggahan Facebook oleh akun Headlines360. Dalam unggahan itu disebutkan, "Dalam pergeseran politik besar, Yariv Levin telah ditunjuk sebagai Perdana Menteri sementara Israel, mengambil alih peran kepemimpinan dari Benjamin Netanyahu."
Cek Kebenaran Fakta Soal Klaim yang Beredar
Unggahan tersebut menyatakan bahwa penunjukan itu terjadi di tengah "momen kritis bagi negara, ketika menghadapi tantangan keamanan regional yang kompleks dan perdebatan legislatif internal yang dapat membentuk masa depan negara." Narasi ini disusun seolah merupakan keputusan resmi pemerintah.
Konten tersebut dengan cepat viral, dengan hampir 8.000 kali dibagikan dan lebih dari 11.000 komentar. Tingginya interaksi ini mencerminkan bagaimana informasi yang belum diverifikasi dapat menyebar luas dan memengaruhi opini publik secara global.
Namun, hingga berita ini disusun, tidak ada laporan resmi yang mengonfirmasi pengunduran diri Benjamin Netanyahu maupun penunjukan Yariv Levin sebagai pengganti sementara. Pemerintah Israel juga tidak mengeluarkan pernyataan apa pun terkait perubahan kepemimpinan tersebut.
Isu ini juga berkaitan dengan gelombang disinformasi lain yang beredar sebelumnya, yakni video siaran Israel yang diklaim memperlihatkan Netanyahu memiliki enam jari di satu tangan. Beberapa pihak menuding hal itu sebagai indikasi konten berbasis kecerdasan buatan (AI).
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak akurat. Rekaman siaran berdurasi delapan menit yang dipublikasikan pemerintah Israel memperlihatkan bahwa Netanyahu memiliki lima jari normal di tangan kirinya.
Menanggapi rumor yang berkembang, Netanyahu sebelumnya menyebut kabar kematiannya sebagai sesuatu yang "gila." Sementara itu, kantor resminya menegaskan kepada Newsweek bahwa perdana menteri "dalam kondisi baik" dan menyebut rumor tersebut sebagai "berita palsu."

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
