
Peter Thiel menilai The Giving Pledge telah kehilangan relevansi dan tidak lagi menjadi prioritas bagi para miliarder dunia (Fortune)
JawaPos.com - Perdebatan mengenai masa depan filantropi para miliarder dunia kembali mencuat setelah investor teknologi Peter Thiel secara terbuka mendorong para orang terkaya di dunia untuk meninggalkan komitmen global The Giving Pledge. Sikap ini memicu diskusi baru tentang apakah pendekatan filantropi yang selama ini dianut kalangan superkaya masih relevan di tengah ketimpangan ekonomi global yang terus melebar.
The Giving Pledge merupakan inisiatif filantropi yang diluncurkan pada 2010 oleh Bill Gates, Melinda French Gates, dan Warren Buffett. Program ini mengajak para miliarder dunia untuk berkomitmen menyumbangkan setidaknya 50 persen kekayaan mereka bagi kegiatan amal, baik selama hidup maupun melalui wasiat. Sejumlah tokoh berpengaruh, termasuk MacKenzie Scott dan mendiang pendiri Microsoft Paul Allen, tercatat sebagai penandatangan komitmen tersebut.
Melansir Fortune, Selasa (17/3/2026), Thiel tidak hanya meragukan efektivitas gerakan tersebut, tetapi juga secara aktif berupaya meyakinkan para miliarder lain agar menarik diri dari komitmen itu. Dalam wawancara dengan The New York Times, dia menilai The Giving Pledge kini telah kehilangan daya tarik yang pernah dimilikinya pada masa awal peluncuran.
Menurut Thiel, pada periode awal program itu berhasil menarik banyak tokoh superkaya dunia untuk bergabung. Namun, dia menilai momentumnya kini melemah.
"Mereka berhasil membuat sangat banyak orang mendaftar dalam empat atau lima tahun pertama, tetapi energi gerakan ini seolah benar-benar habis," ujarnya.
Dia menambahkan, "Saya tidak tahu apakah mereknya sudah menjadi negatif, tetapi rasanya jauh lebih tidak penting bagi orang untuk bergabung."
Tak hanya itu, pendiri bersama PayPal tersebut mengaku bahkan secara langsung mendorong sejumlah miliarder agar tidak menandatangani komitmen tersebut, bahkan mencabutnya jika sudah telanjur bergabung.
"Saya sangat menyarankan para miliarder untuk tidak menandatanganinya, dan kemudian secara perlahan saya mendorong mereka untuk mencabut tanda tangan mereka," kata Thiel.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kesenjangan kekayaan di Amerika Serikat. Data Federal Reserve menunjukkan 10 persen rumah tangga terkaya kini menguasai lebih dari dua pertiga total kekayaan nasional.
Dalam konteks ini, filantropi selama ini dipandang sebagai salah satu mekanisme tidak langsung untuk menyalurkan kembali sebagian kekayaan kelompok superkaya kepada masyarakat luas.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
