
Tata letak dari udara menunjukkan sekolah yang menjadi lokasi serangan di Minab, Iran Selatan, berada dekat fasilitas militer yang sebelumnya berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) (The Washington Post)
JawaPos.com-Iran menuntut agar Amerika Serikat memberikan kompensasi atas kerusakan dan menarik diri dari kawasan Teluk Persia untuk mengakhiri konflik, kata anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, pada Sabtu.
"Kami hanya akan mempertimbangkan untuk mengakhiri perang jika, pertama, kami menerima kompensasi dari AS untuk semua kerusakan, dan kedua, kami mendapatkan jaminan keamanan 100 persen di masa depan, yang mustahil tanpa penarikan AS dari kawasan Teluk Persia. Dengan demikian, syarat kedua adalah penarikan AS dari Teluk Persia," katanya kepada stasiun televisi Iran SNN.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, Kamis (12/3), menyerukan kepada negara-negara Timur Tengah untuk menutup pangkalan AS di wilayah mereka dan menuntut ganti rugi.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran menanggapi serangan brutal itu dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "preemptif" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dirasakan dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat penggantian kekuasaan di Iran.
Baca Juga: Dubes Iran untuk RI Sebut Selat Hormuz Tetap Terbuka untuk Negara-Negara yang Patuhi Protokol
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama operasi militer AS-Israel, sehingga pemerintahan Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung. (*)
