Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Maret 2026, 22.43 WIB

Perang Iran dan Era AI Militer: 900 Serangan dalam 12 Jam, Keputusan Tempur Kini 'Lebih Cepat dari Hitungan Detik'

Serangan udara besar-besaran ke berbagai target di Iran menandai babak baru perang modern bersistem AI (The Guardian) - Image

Serangan udara besar-besaran ke berbagai target di Iran menandai babak baru perang modern bersistem AI (The Guardian)

JawaPos.com - Perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini memasuki fase yang lebih strategis sekaligus mengkhawatirkan. Bukan hanya karena eskalasi militer yang masif, melainkan karena percepatan proses pengambilan keputusan tempur melalui kecerdasan buatan. 

Dalam 12 jam pertama operasi gabungan AS-Israel itu, hampir 900 serangan dilancarkan ke berbagai target di Iran, angka yang mencerminkan perubahan drastis dalam cara perang direncanakan dan dijalankan.

Skala dan kecepatan itu bukan semata hasil mobilisasi militer konvensional. Para akademisi menilai, percepatan tersebut dimungkinkan oleh integrasi sistem kecerdasan buatan ke dalam proses analisis intelijen dan perencanaan serangan. 


Waktu yang sebelumnya dibutuhkan berhari-hari atau berminggu-minggu untuk memverifikasi target, menilai aspek hukum, dan mengoordinasikan peluncuran kini dipadatkan menjadi hitungan menit, bahkan detik.

Melansir dari The Guardian, Rabu (4/3/2026), penggunaan perangkat AI dalam serangan militer ke Iran menandai era baru pengeboman yang berlangsung lebih cepat dari 'kecepatan pikiran'. Laporan menyebut model AI Claude milik Anthropic digunakan oleh militer AS untuk memperpendek apa yang dikenal sebagai rantai pembunuhan yakni proses dari identifikasi target, evaluasi hukum, hingga peluncuran serangan.

Model tersebut diintegrasikan dalam sistem yang dikembangkan perusahaan teknologi pertahanan Palantir Technologies bersama Pentagon. Sistem ini mampu menganalisis data dalam jumlah sangat besar, mulai dari rekaman pesawat nirawak, intersepsi komunikasi, hingga laporan intelijen manusia. 

Selain mengidentifikasi dan memprioritaskan target, sistem tersebut juga merekomendasikan jenis persenjataan dengan mempertimbangkan stok dan efektivitas sebelumnya, serta melakukan penilaian awal atas dasar hukum serangan.

Craig Jones, dosen senior geografi politik di Newcastle University yang meneliti rantai pembunuhan militer, mengatakan, "Mesin AI membuat rekomendasi tentang apa yang harus menjadi target, yang dalam beberapa hal jauh lebih cepat daripada kecepatan pikiran."

Ia menambahkan bahwa kombinasi skala dan kecepatan memungkinkan serangan bergaya eliminasi dilakukan bersamaan dengan upaya melumpuhkan kemampuan respons rezim lawan.

"Apa yang dahulu mungkin memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu dalam perang konvensional, kini dilakukan sekaligus," ujarnya.

Fenomena ini oleh kalangan akademik disebut sebagai "kompresi keputusan", yakni penyusutan drastis waktu perencanaan operasi kompleks. Kekhawatiran pun muncul bahwa pakar militer dan hukum berisiko hanya menjadi pemberi stempel formal atas rekomendasi sistem otomatis, alih-alih menjadi pengambil keputusan substantif.

David Leslie, profesor etika, teknologi, dan masyarakat di Queen Mary University of London, menilai fase ini sebagai babak baru strategi militer.

"Ini adalah era berikutnya dalam strategi dan teknologi militer," katanya. Namun ia mengingatkan adanya risiko "pelimpahan kognitif", ketika manusia yang bertugas mengambil keputusan merasa terlepas dari konsekuensi karena proses berpikir telah dilakukan oleh mesin.

"Sistem ini menghasilkan seperangkat opsi bagi pengambil keputusan manusia, tetapi mereka memiliki rentang waktu yang jauh lebih sempit untuk mengevaluasi rekomendasi tersebut," ujarnya.

Dampak kemanusiaan dari percepatan ini sudah terlihat. Pada Sabtu lalu, 165 orang yang banyak di antaranya anak-anak tewas akibat serangan rudal yang menghantam sebuah sekolah di Iran selatan yang berada dekat barak militer, menurut media pemerintah Iran.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore