Serangan Israel ke Lebanon menyerang markas Hizbullah. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Eskalasi konflik di perbatasan Israel-Lebanon makin memanas. Militer Israel mengonfirmasi bahwa salah satu petinggi Hizbullah tewas dalam serangan udara yang menghantam Beirut pada Senin (2/3) dini hari.
Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyebut target serangan itu adalah Hussein Makled, yang diklaim sebagai kepala markas intelijen Hizbullah.
Dalam pernyataannya, IDF menuduh Makled berperan menyusun analisis intelijen terkait pergerakan pasukan Israel serta mendukung perencanaan serangan terhadap warga dan wilayah Israel.
Menurut IDF mengutip Times of Israel, Makled juga bekerja sama dengan komandan senior Hizbullah dalam merancang dan mengembangkan berbagai operasi militer.
Serangan ini menjadi bagian dari gelombang balasan Israel setelah kelompok yang didukung Iran itu meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel beberapa jam sebelumnya.
Serangan roket dan drone Hizbullah terjadi menjelang fajar dan disebut sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi gabungan Israel-AS terhadap Iran pada akhir pekan lalu.
Tak lama setelah serangan tersebut, jet-jet tempur Israel menggempur sejumlah titik di Lebanon, termasuk di ibu kota Beirut dan wilayah selatan negara itu.
Selain menewaskan pejabat intelijen Hizbullah, satu serangan lain dilaporkan menewaskan Adham al-Othman (41), yang disebut sebagai komandan Brigade al-Quds di Lebanon dari kelompok Jihad Islam Palestina.
IDF mengklaim telah menghantam sekitar 70 target di Lebanon selatan, termasuk gudang senjata dan lokasi peluncuran roket milik Hizbullah.
Sebelum serangan dilakukan, militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga sipil di sejumlah area.
Tak hanya fasilitas militer, Israel juga menyasar cabang-cabang Al-Qard al-Hasan, lembaga yang dituding menjadi jalur keuangan Hizbullah untuk membayar personel, menyalurkan dana dari Iran, dan membeli persenjataan.
Kepala Staf IDF, Letjen Eyal Zamir, menegaskan bahwa operasi terhadap Hizbullah akan terus berlanjut hingga ancaman dari Lebanon dinyatakan hilang.
Berbicara di perbatasan utara, Zamir menyatakan Israel menuntut Hizbullah untuk dilucuti dari persenjataan.
Ia juga menyebut kampanye militer Israel telah dipersiapkan sejak lama dan siap dijalankan di berbagai front sekaligus.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
