Ayatollah Ali Khamenei dan istrinya tewas dalam serangan AS dan Israel. (India Today).
JawaPos.com - Kabar duka kembali menyelimuti Iran di tengah memanasnya konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Istri pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia setelah beberapa hari berada dalam kondisi koma akibat luka yang dideritanya saat serangan udara menghantam kompleks Kediaman Kepemimpinan di Teheran.
Kantor berita Jamaran pada Senin (2/3) menyebut Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh wafat setelah tak sadarkan diri sejak Sabtu (28/2) dini hari. Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel tersebut sebelumnya juga dikabarkan menewaskan Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi Iran.
Media pemerintah Iran turut mengonfirmasi bahwa Khamenei, menantu laki-laki, cucu, serta seorang menantu perempuan ikut menjadi korban dalam gelombang serangan tersebut. Peristiwa ini menjadi pukulan besar bagi struktur elite politik Iran karena menyasar langsung lingkaran keluarga inti pemimpin negara.
Operasi militer AS dan Israel dilakukan setelah ketegangan panjang antara Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, mengumumkan kematian Khamenei pada Sabtu sore waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi tersebut sebagai bentuk keadilan bagi korban kebijakan Iran selama ini. Tak lama setelah serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi, memperluas risiko konflik regional.
Di sisi lain, United States Central Command (Centcom) menyatakan jumlah personel militer AS yang tewas dalam operasi terhadap Iran bertambah menjadi empat orang. Tiga kematian diumumkan lebih dulu pada akhir pekan, sementara satu prajurit lain yang sebelumnya terluka parah akhirnya meninggal dunia.
Centcom menegaskan operasi tempur besar masih berlangsung dan respons militer terus berlanjut. Trump juga mengisyaratkan kemungkinan adanya tambahan korban jiwa seiring konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Sebagai informasi, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh menikah dengan Ali Khamenei pada Mei 1964. Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki enam anak: Mostafa, Mojtaba, Masoud, Meysam, Boshra, dan Hoda.
Selama puluhan tahun, Mansoureh dikenal jarang tampil di ruang publik dan lebih banyak berada di balik layar kehidupan politik Iran. Kepergiannya kini menjadi simbol besarnya dampak serangan tersebut, bukan hanya terhadap struktur kekuasaan Iran, tetapi juga terhadap keluarga inti yang selama ini tertutup dari sorotan.
Dengan jatuhnya korban dari lingkaran terdalam kepemimpinan Iran serta meningkatnya korban di pihak militer Amerika, konflik ini memasuki fase yang semakin berbahaya dan berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
