
Ilustrasi kapal induk Amerika Serikat (AS). (dok. JawaPos.com)
JawaPos.com-Pentagon dilaporkan tengah secara aktif merencanakan pengerahan kelompok tempur kapal induk AS kedua ke Timur Tengah, menurut laporan yang diterbitkan pada Rabu (11/2) dengan mengutip tiga pejabat Amerika Serikat.
Persiapan tersebut dilakukan di tengah pernyataan Presiden Donald Trump yang membayangi negosiasi dengan Iran dengan kemungkinan perang.
Trump pada Selasa mengatakan tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah. Salah satu pejabat yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan kepada harian The Wall Street Journal bahwa perintah pengerahan dapat dikeluarkan dalam hitungan jam.
Para pejabat itu menyebutkan bahwa presiden belum secara resmi memberikan perintah pengerahan. Namun, Pentagon telah menyiapkan kelompok tempur tersebut untuk diberangkatkan, kemungkinan dari Pantai Timur, dalam waktu dua pekan.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa kapal induk USS George H.W. Bush saat ini tengah menjalani latihan di lepas pantai Virginia. Mengutip para pejabat yang juga meminta namanya dirahasiakan, laporan itu menyebutkan bahwa latihan tersebut dapat dipercepat.
Pentagon menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.
Amerika Serikat telah secara signifikan meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah seiring peringatan Trump kepada Iran agar mencapai kesepakatan. Sebelumnya, AS telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dari Laut China Selatan.
Trump pada Rabu menggelar pertemuan tertutup dengan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu. Setelah pertemuan itu, presiden AS mengatakan, “Tidak ada kesimpulan pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai.”
“Jika bisa, saya memberi tahu kepala otoritas (Israel) bahwa itu akan menjadi pilihan yang diutamakan,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
“Jika tidak, kita harus melihat bagaimana hasilnya nanti. Terakhir kali Iran memutuskan bahwa mereka lebih baik tidak membuat kesepakatan, dan mereka dihantam dengan (Operasi) Midnight Hammer — Itu tidak berjalan baik bagi mereka. Semoga kali ini mereka akan lebih rasional dan bertanggung jawab,” tambahnya. (*)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
