
Photo
JawaPos.com - Hingga saat ini belum ada obat pasti untuk pasien Covid-19. Para dokter umumnya memberikan obat sebagai pendukung untuk mengatasi berbagai gejala pendukung serta beberapa antivirus. Kabar baiknya, setelah menciptakan vaksin Covid-19, kini Pfizer Inc telah memulai pengujian dengan pil untuk mengobati pasien Covid-19 yang dapat digunakan pada gejala awal penyakit.
Jika berhasil dalam uji coba, pil tersebut dapat diresepkan saat seseorang terkena gejala awal infeksi, untuk memblokir replikasi virus dan mencegah pasien sakit parah. Obat tersebut mengikat enzim yang disebut protease untuk mencegah virus bereplikasi. Obat penghambat protease telah berhasil mengobati jenis virus lain, termasuk HIV dan Hepatitis C.
“Mengingat cara SARS-CoV-2 bermutasi dan dampak global Covid-19 yang berkelanjutan, tampaknya sangat penting untuk memiliki akses pilihan obat terapeutik baik sekarang maupun di luar pandemi,” kata Kepala Petugas Ilmiah, Mikael Dolsten, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (26/3).
Baca juga: Ahli Singapura: Setelah 12 Hari Disuntik Vaksin Pfizer, Kebal Covid-19
Dalam sebuah wawancara, Dolsten mengatakan sejauh ini tidak ada masalah dalam penelitian tersebut dan dapat memberikan hasil dalam beberapa minggu ke depan.
Metode protease inhibitor baru adalah obat kedua yang dibawa Pfizer ke dalam uji coba pada manusia untuk mengobati Covid-19. Pfizer sedang menguji obat lain yang diberikan secara intravena kepada pasien virus yang dirawat di rumah sakit.
"Jika semuanya terus berjalan dengan baik, Pfizer dapat memulai uji coba fase 2 fase 3 gabungan yang jauh lebih besar di awal kuartal kedua," kata Dolsten.
Dirinya yakin pil ini berpotensi untuk mendapatkan izin penggunaan darurat dari Food and Drug Administration (BPOM AS) pada akhir tahun ini tergantung bagaimana pandemi berkembang. Obat tersebut kemungkinan akan diberikan dua kali sehari selama sekitar lima hari.
Sementara pengujian kemanjuran awal akan difokuskan pada orang dengan infeksi awal atau baru merasakan gejala. Pfizer juga berencana untuk mengeksplorasi apakah obat tersebut efektif untuk melindungi orang sehat yang telah terpapar virus Korona, seperti anggota keluarga atau teman sekamar yang tinggal dengan seseorang yang sakit.
Dolsten mengatakan Pil oral Pfizer, dengan nama kode PF-07321332, memiliki sejumlah keuntungan potensial. Dalam tes laboratorium, pil itu bekerja melawan banyak virus Korona lain termasuk virus SARS asli dan MERS. Selain itu, protease virus Korona tidak banyak bermutasi, yang berarti terapi tersebut kemungkinan bekerja sama baik terhadap berbagai jenis varian.
Secara teori, metode protease inhibitor juga dapat dikombinasikan dengan obat antivirus lain. Pfizer mengatakan pihaknya berencana untuk membagikan lebih banyak data tentang penemuan itu pada pertemuan American Chemical Society pada 6 April.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/dHj_tIuxZcU

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
