Rekonstruksi kaki Burtele. (John Nygren / CC BY 4.0)
JawaPos.com - Selama puluhan tahun, dunia sains meyakini bahwa 'Lucy' adalah satu-satunya penguasa daratan Ethiopia sekitar 3 juta tahun lalu. Namun, sebuah penemuan fosil kaki misterius di wilayah Burtele baru-baru ini mematahkan teori tersebut dan mengungkap fakta mengejutkan tentang silsilah manusia.
Para ilmuwan akhirnya berhasil mengidentifikasi pemilik kaki purba tersebut. Ternyata, ia bukan milik spesies Australopithecus afarensis (Lucy), melainkan milik kerabat manusia lain yang selama ini tersembunyi dari catatan sejarah.
Rahasia di Balik Jempol Kaki yang Bisa Mencengkeram
Dikutip dari CBS News, misteri ini bermula pada tahun 2009 saat fosil kaki ditemukan di Burtele, Ethiopia. Awalnya, peneliti menduga itu adalah bagian tubuh Lucy. Namun, ada keanehan pada struktur anatominya.
Berbeda dengan Lucy yang sudah berjalan tegak di tanah layaknya manusia modern, fosil kaki ini memiliki ibu jari yang bisa mencengkeram. Ciri fisik ini lebih mirip tangan kera, yang menandakan bahwa pemiliknya masih menghabiskan banyak waktu di atas pepohonan.
Perbedaan drastis inilah yang menjadi sinyal kuat bahwa ada "spesies lain" yang hidup berdampingan dengan Lucy di masa purba.
Jawaban Tersembunyi pada Rahang dan Gigi
Titik terang muncul setelah tim peneliti menemukan tulang rahang lengkap dengan 12 gigi di lokasi yang sama. Melalui analisis mendalam dalam studi berjudul "Pemilik misterius kaki hominin Afrika teridentifikasi", para ahli memastikan bahwa kaki tersebut milik spesies Australopithecus deyiremeda.
Penemuan ini sekaligus membungkam keraguan ilmiah yang muncul sejak spesies ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015.
"Kami tidak ragu bahwa kaki Burtele termasuk dalam spesies yang sama dengan gigi dan rahang ini," kata Yohannes Haile-Selassie dari Arizona State University, penulis utama studi tersebut.
Hidup Berdampingan: Tetangga Beda Selera
Analisis pemindaian CT pada gigi mengungkap bahwa A. deyiremeda memiliki gaya hidup yang berbeda dengan kelompok Lucy. Jika Lucy mulai nyaman di daratan, spesies baru ini lebih gemar mengonsumsi daun, buah, dan kacang-kacangan langsung dari pohon.
Keunikan cara hidup inilah yang membuat dua spesies berbeda ini bisa berbagi wilayah tanpa harus bersaing memperebutkan sumber daya. Menurut Haile-Selassie, fenomena ini membuktikan bahwa hidup berdampingan sudah mengakar dalam sejarah leluhur kita.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
