
Sebuah misi arkeologi Italia telah menemukan reruntuhan kuil matahari milik seorang raja Mesir kuno di dekat Kairo, Mesir. (CBS News)
JawaPos.com - Dunia arkeologi kembali digemparkan dengan penemuan di tanah para Firaun. Sebuah misi arkeologi asal Italia berhasil menemukan sisa-sisa kuil matahari milik Raja Nyuserre dari Dinasti Kelima di kawasan nekropolis Abusir, selatan Kairo.
Penemuan ini menjadi sangat istimewa karena berkaitan langsung dengan pemujaan Dewa Ra, salah satu dewa paling agung dalam kepercayaan Mesir kuno. Bukan sekadar bangunan biasa, kuil ini adalah bukti nyata kejayaan peradaban ribuan tahun lalu yang sempat hilang ditelan bumi.
Kuil matahari yang dibangun untuk Raja Nyuserre ini ditemukan di Abusir, wilayah pemakaman kuno yang dikenal sakral. Meskipun lokasinya tidak sebesar Piramida Giza, temuan ini memiliki nilai sejarah yang tak ternilai harganya.
Berdasarkan laporan Kementerian Purbakala Mesir, kuil matahari tergolong bangunan yang sangat langka. Dari enam kuil matahari yang diyakini pernah ada, sejauh ini baru dua yang berhasil diidentifikasi secara pasti, termasuk milik Nyuserre ini.
Struktur bangunan ini sangat kolosal, mencakup luas lebih dari 1.000 meter persegi. Tim peneliti menemukan berbagai elemen arsitektur yang memukau, mulai dari:
-Dasar kolom dan lapisan dinding yang megah.
- Ambang pintu dari batu granit.
-Jalan landai yang diduga menghubungkan kuil langsung ke Sungai Nil.
-Dua bidak kayu dari permainan kuno Sunnat (cikal bakal catur modern).
Menariknya, lokasi ini sebenarnya sudah terendus sejak tahun 1901 oleh arkeolog Jerman, Ludwig Borchardt. Namun, saat itu penggalian mustahil dilakukan karena tingginya permukaan air tanah.
Setelah lebih dari satu abad, teknologi modern akhirnya berhasil mengungkap lebih dari setengah bagian kuil yang selama ini terkubur sedimen Sungai Nil. Struktur ini disebut-sebut sebagai salah satu kuil lembah terbesar dan paling mengesankan di kawasan nekropolis Memphis.
Selain penemuan di Abusir, Mesir juga merayakan pencapaian besar lainnya di Luxor. Dua patung raksasa Kolossi Memnon yang menggambarkan Firaun Amenhotep III akhirnya berhasil direstorasi setelah proyek panjang selama hampir dua dekade.
Patung berbahan batu alabaster ini sempat runtuh akibat gempa besar ribuan tahun lalu. Kini, patung tersebut kembali berdiri tegak untuk menyambut para wisatawan.
"Hari ini kita sebenarnya merayakan penyelesaian dan pemasangan dua patung kolosal ini," kata Mohamed Ismail, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Kepurbakalan.
Ia menegaskan bahwa pemugaran ini sangat penting bagi Luxor untuk menghidupkan kembali memori kejayaan kuil pemakaman Amenhotep III di masa lalu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
