
Ilustrasi: Pasukan perdamaian PBB di Lebanon Selatan. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) kembali menjadi sasaran tembakan di Lebanon selatan.
Pada Sabtu (15/11) pagi waktu setempat, sebuah tank Merkava milik Israel melepaskan tembakan brutal ke arah patroli UNIFIL di dekat posisi militer Israel yang berada di dalam wilayah Lebanon.
Insiden ini terjadi ketika UNIFIL dan Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) terus berupaya menjaga stabilitas gencatan senjata antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah yang dicapai November tahun lalu, setelah lebih dari setahun ketegangan pascaserangan ke Gaza.
Melansir via RTE, UNIFIL menyebut tembakan dari tank Israel mengenai titik sekitar lima meter dari para personelnya.
“Pasukan kami dapat meninggalkan lokasi dengan selamat 30 menit kemudian setelah tank kembali ke posisi Israel,” ujar UNIFIL dalam pernyataan tersebut.
Misi PBB ini menegaskan bahwa aksi Israel itu merupakan 'pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701', yang mengakhiri perang 2006 Israel–Hizbullah dan menjadi dasar dari kesepakatan gencatan senjata tahun lalu.
Juru bicara Pertahanan Irlandia memastikan bahwa tidak ada pasukan Irlandia yang terlibat dalam insiden tersebut.
Seperti biasa, tindakan pasukan Zionis Israel selalu diikuti dengan dalih yang tidak masuk akal. Militer Israel (IDF) membantah tembakan itu disengaja.
Mereka menyatakan pasukannya salah mengidentifikasi patroli UNIFIL sebagai 'tersangka' akibat kondisi cuaca yang buruk.
“Tidak ada tembakan yang disengaja diarahkan kepada pasukan UNIFIL,” kata IDF, menambahkan bahwa tembakan itu dimaksudkan sebagai tembakan peringatan.
Namun penjelasan tersebut memunculkan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban, terutama karena posisi Israel yang disebut UNIFIL berada dalam wilayah Lebanon, sebuah fakta yang sendiri telah lama menjadi sorotan internasional.
UNIFIL menegaskan insiden ini bukanlah yang pertama, seraya menuding IDF berkali-kali melakukan tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian.
“Sekali lagi, kami menyerukan IDF untuk menghentikan perilaku agresif dan serangan terhadap atau di dekat pasukan perdamaian,” tegas UNIFIL.
Sebagai informasi juga, sesuai gencatan senjata November lalu, Israel diwajibkan menarik pasukannya dari Lebanon Selatan.
Namun hingga kini, Israel tetap mempertahankan kehadiran militer di lima titik yang diklaimnya sebagai lokasi strategis, sebuah kebijakan yang memicu protes Beirut dan memperumit upaya stabilisasi.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
