
Suasana sesi peluncuran Photobook dan Visual Coaching Tools The Climate Reality Project Indonesia di Paviliun Indonesia, COP30 UNFCCC. (Istimewa)
JawaPos.com-Indonesia membawa cara baru bercerita tentang perubahan iklim di panggung global. Melalui peluncuran Through the Lens: Stories of Climate and Sustainability dan Dalam Lensa: Visual Coaching and Reflection Tools, The Climate Reality Project Indonesia menghadirkan kisah yang tidak hanya dibaca, tetapi dirasakan.
Peluncuran di Paviliun Indonesia pada COP30 UNFCCC, mempertemukan para delegasi internasional dan pegiat iklim yang selama ini bekerja merawat bumi dari berbagai sudut dunia. “Visual membuat kita berhenti sejenak dan terhubung,” begitu gambaran suasana peluncuran yang disampaikan panitia.
Photobook Through the Lens yang disusun bersama Yayasan Riset Visual mataWaktu dan dikuratori oleh Oscar Motuloh ini memuat 148 halaman kisah visual dari berbagai wilayah Indonesia.
Foto-foto tersebut menampilkan lanskap, kehidupan masyarakat, hingga praktik keberlanjutan yang tumbuh di tengah perubahan iklim.
Indonesia membawa cara baru bercerita tentang perubahan iklim di panggung global. Melalui peluncuran Through the Lens: Stories of Climate and Sustainability dan Dalam Lensa: Visual Coaching and Reflection Tools, The Climate Reality Project Indonesia menghadirkan kisah yang tidak hanya dibaca, tetapi dirasakan.
Peluncuran di Paviliun Indonesia pada COP30 UNFCCC, Jumat (15/11), mempertemukan para delegasi internasional dan pegiat iklim yang selama ini bekerja merawat bumi dari berbagai sudut dunia. “Visual membuat kita berhenti sejenak dan terhubung,” begitu gambaran suasana peluncuran yang disampaikan panitia.
Photobook Through the Lens yang disusun bersama Yayasan Riset Visual mataWaktu dan dikuratori oleh Oscar Motuloh ini memuat 148 halaman kisah visual dari berbagai wilayah Indonesia. Foto-foto tersebut menampilkan lanskap, kehidupan masyarakat, hingga praktik keberlanjutan yang tumbuh di tengah perubahan iklim. “Setiap foto membawa napas, membawa jeda, agar kita ingat bahwa alam sedang menunggu kita,” ujar Direktur The Climate Reality Project Indonesia Amanda Katili Niode.
Perangkat Dalam Lensa: Visual Coaching and Reflection Tools disusun bersama Sinergia Group Indonesia di bawah pimpinan Coach Amelia Hirawan. Perangkat refleksi ini berisi tiga puluh foto, tiga puluh kata kunci, dan tiga puluh pertanyaan reflektif. “Pertanyaan kadang lebih kuat daripada jawaban,” kata Amelia singkat. Perangkat ini dirancang untuk ruang dialog, sesi pembelajaran, serta proses refleksi personal mengenai hubungan manusia dengan alam.
Kontribusi foto berasal dari para Climate Reality Leaders, mitra, sahabat, dan relawan yang selama ini aktif dalam gerakan iklim. Kolaborasi ini memperlihatkan kekuatan berbagi perspektif melalui visual. "Visual resources ini tidak akan ada tanpa kemurahan hati mereka. Setiap gambar membawa cerita, dan setiap cerita menghidupkan harapan," urai Amanda. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
