
Sutradara anime Jepang Tatsuya Nagamine dikabarkan meninggal pada Kamis (11/13). (IGN).
JawaPos.com - Dunia animasi Jepang kehilangan salah satu sosok pentingnya. Tatsuya Nagamine, sutradara di balik film Dragon Ball Super: Broly dan One Piece Film Z, dikabarkan meninggal dunia pada usia 53 tahun.
Kabar duka ini pertama kali terungkap melalui unggahan sejumlah kreator yang menghadiri memorial sang sutradara pada Kamis (11/13) waktu setempat.
Penulis naskah Ryota Yamaguchi, yang terlibat dalam Dokidoki Precure dan Digimon Beatbreak, termasuk yang mengkonfirmasi kehadirannya di upacara peringatan tersebut.
Tak lama setelah itu, animator Shota, yang terlibat dalam produksi Witchy Precure!!, menyebut bahwa Nagamine wafat pada musim panas tahun ini. Meski begitu, pihak keluarga maupun studio belum memberikan pernyataan resmi kepada publik.
Nagamine dikenal luas sebagai salah satu sutradara yang memberi warna khas pada era modern anime aksi dan magical girl. Karyanya di Dragon Ball Super: Broly mendapat pujian karena koreografi pertarungan yang dinamis dan pendekatan visual yang lebih ekspresif dibanding film-film sebelumnya.
Sementara melalui One Piece Film Z, ia memperkuat citra Toei Animation dalam menghadirkan film layar lebar yang digarap serius untuk pasar global.
Lahir pada 6 Oktober 1971 di Hino City, Tokyo, Nagamine memulai kariernya di Toei Animation pada 1995. Ia pertama kali muncul sebagai asisten episode director pada musim perdana Ojamajo Doremi (1999–2000), sebuah seri yang kini dianggap sebagai salah satu pondasi utama waralaba Precure dan anime-anak bertema sihir.
Menurut profil resmi Toei, Nagamine debut sebagai episode director pada usia 29 tahun, awal mula dari karier yang berkembang pesat.
Ia memulai debut sutradara penuhnya melalui Interlude, OVA rilisan 2004 yang diadaptasi dari sebuah game. Proyek itu menjadi batu loncatan bagi Nagamine untuk mendapat lebih banyak kepercayaan menggarap judul-judul utama.
Selama hampir tiga dekade berkarya, ia terlibat dalam berbagai proyek animasi, termasuk Beet the Vandel Master, Gekijoban Dr. Slump Dr. Mashirito Abale-chan, hingga Eiga Yes! Precure 5 GoGo! Okashi no Kuni no Happy Birthdays.
Namanya juga masuk dalam jajaran kreator yang membangun estetika Precure generasi awal hingga era Happiness Charge Precure!.
Pengaruhnya semakin meluas ketika ia menangani proyek-proyek besar seperti Dragon Ball Super (co-director) dan One Piece: Heart of Gold.
Dua judul tersebut berkontribusi pada meningkatnya eksposur global Toei Animation, terutama di tengah gelombang kebangkitan minat terhadap anime di luar Jepang. Banyak penggemar mengaitkan gaya teknis Nagamine dengan peningkatan kualitas visual kedua waralaba tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Nagamine kembali menelusuri salah satu akar kariernya dengan bertindak sebagai unit director untuk video animasi perayaan 25 tahun Ojamajo Doremi. Proyek itu sekaligus menjadi salah satu karya publik terakhirnya sebelum kabar kepergiannya mencuat.
Para penggemar, animator, dan kreator di Jepang maupun luar negeri terus membanjiri media sosial dengan pesan duka dan apresiasi atas kontribusi Nagamine.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
