Warren Buffett, ikon investasi global yang membagikan surat pamitan kepada pemegang saham Berkshire Hathaway (Dok. The New York Times)
JawaPos.com - Warren E. Buffett, ikon investasi global dan pemimpin Berkshire Hathaway selama lebih dari 60 tahun, resmi menandai masa pamitnya dari dunia investasi.
Dalam surat terbaru kepada pemegang saham, dia mengumumkan percepatan penyaluran kekayaan pribadi sekitar USD 150 miliar atau Rp 2.400 triliun (kurs Rp 16.730 per dolar AS) kepada yayasan keluarga yang dikelola ketiga anaknya.
Surat yang diterbitkan 10 November 2025 itu juga menegaskan transisi kepemimpinan kepada Gregory Abel, 63 tahun. Dalam penjelasannya, Buffett mengatakan, "Saya akan mulai lebih banyak mengurangi peran saya, meski tidak sepenuhnya menghilang," sebagai sinyal bahwa perannya tidak berhenti total.
Dia menambah keyakinannya atas Abel dengan menyatakan, "Tidak ada sosok lain yang lebih saya percaya untuk mengelola dana Anda dan dana saya selain Greg Abel."
Melansir The New York Times, Jumat (14/11), Buffett menjelaskan alasan percepatan filantropinya. Dia menuliskan, "Anak-anak saya kini berada pada fase paling matang dalam hal pengalaman dan kebijaksanaan, namun masih jauh dari usia lanjut."
Dia menegaskan bahwa inilah waktu yang tepat bagi mereka untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam kegiatan sosial keluarga Buffett.
Meski mulai mundur dari ruang publik, Buffett memastikan bahwa dia tetap akan berkirim surat khusus setiap Thanksgiving sebagai bentuk komunikasi rutin. Langkah ini menunjukkan bahwa, walaupun pamit dari panggung utama, dia tidak sepenuhnya melepas perannya sebagai penasehat moral bagi Berkshire.
Dalam surat yang sama, Buffet mengakui kondisi fisiknya yang menua, namun tetap aktif bekerja. "Walau saya mulai bergerak lebih lambat dan kemampuan membaca saya menurun, saya tetap datang ke kantor lima hari seminggu bersama orang-orang hebat," tulisnya.
Dia juga kembali menyinggung asal-usulnya di Omaha dan menegaskan, "Wilayah Amerika bagian tengah adalah tempat yang sangat baik untuk lahir, membesarkan keluarga, dan membangun usaha."
Berbicara mengenai prospek Berkshire, sang investor kondang itu menilai skala perusahaan yang besar menjadi keunggulan struktural.
"Berkshire memiliki risiko bencana yang jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan mana pun yang saya kenal," ujarnya.
Meski demikian, dia tetap realistis dan menambahkan, "Jangan khawatir, Amerika akan bangkit kembali, begitu pula saham Berkshire."
Peralihan ini menjadi sinyal penting bagi ekosistem investasi global. Dengan valuasi saham kelas A Berkshire mencapai USD 748.320, keputusan Buffett mencerminkan perubahan era, dari kepemimpinan individual menuju tata kelola yang lebih berkelanjutan dan berorientasi filantropi.
Menjelang penutup surat, Buffett kembali pada pesan nilai hidup yang selama ini dia anut.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
