
Serangan Israel terbaru ke Lebanon. (Reuters)
JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Militer Israel (IDF) melancarkan serangan udara baru ke wilayah selatan Lebanon pada Sabtu (11/10), menargetkan infrastruktur yang diduga digunakan kelompok Hizbullah untuk membangun kembali jaringan militannya.
Dalam pernyataan resminya di platform X, IDF mengklaim operasi itu menyasar “fasilitas milik organisasi teroris Hizbullah di mana alat-alat teknik disimpan dan digunakan untuk merehabilitasi infrastruktur teror di Lebanon selatan.”
“Hizbullah terus berupaya membangun kembali infrastruktur teror di seluruh Lebanon dengan mempertaruhkan nyawa warga sipil dan menjadikan mereka sebagai tameng manusia,” tulis IDF. “Kami akan terus beroperasi untuk melindungi Negara Israel.”
Namun, klaim 'operasi kontra-teror' itu memicu kemarahan di Beirut. Tayangan televisi Al-Manar, media yang berafiliasi dengan Hizbullah, memperlihatkan ledakan besar di desa al-Najariyah, distrik Sidon, Lebanon Selatan.
Menurut laporan Al Jazeera, sedikitnya satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka setelah serangkaian serangan udara hebat menghantam area yang disebut sebagai pameran alat berat dan eskavator di jalan Musaylih, pinggiran al-Najariyah.
“Sekali lagi, Lebanon selatan menjadi sasaran agresi brutal Israel terhadap fasilitas sipil, tanpa alasan dan tanpa pembenaran apa pun,” kecam Presiden Lebanon Joseph Aoun.
“Yang paling mengkhawatirkan, serangan ini terjadi setelah adanya kesepakatan gencatan senjata di Gaza," tegasnya.
Ketegangan antara kedua negara semakin rumit setelah pihak berwenang Lebanon menangkap 32 orang dalam beberapa bulan terakhir atas dugaan memberikan informasi intelijen kepada Israel.
Menurut sumber peradilan yang dikutip AFP, data yang dibocorkan para tersangka disebut membantu Israel dalam melakukan serangan terhadap Hizbullah dan menargetkan sejumlah komandan senior kelompok yang didukung Iran itu.
“Sembilan orang telah diadili oleh pengadilan militer, sementara 23 lainnya masih dalam penyelidikan,” kata sumber yang menolak disebutkan namanya.
Hubungan Lebanon dan Israel sendiri tidak memiliki kontak diplomatik resmi. Dalam hukum Lebanon, segala bentuk kerja sama atau komunikasi dengan Israel dianggap sebagai tindak pidana dan bisa berujung penjara.
Sebagai informasi, Lebanon dan Israel telah terlibat dalam lebih dari setahun permusuhan terbuka, termasuk dua bulan perang intens yang menewaskan puluhan orang dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur Hizbullah.
Meski gencatan senjata diumumkan pada November lalu, kedua pihak saling menuding melanggar kesepakatan.
Serangan terbaru ini, yang terjadi di tengah kerapuhan situasi pasca-perang Gaza, memicu kekhawatiran bahwa konflik Israel–Hizbullah bisa kembali pecah dalam skala penuh, dan menyeret kawasan Timur Tengah kembali ke pusaran api yang belum padam.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
