Hakarl, dging hiu fermentasi (Dok. Curdistheword.com)
JawaPos.com - Di balik lanskap beku Islandia, hakarl hadir sebagai kuliner ekstrem yang tak hanya menantang lidah, tetapi juga menyimpan warisan budaya ribuan tahun lalu.
Terbuat dari daging hiu Greenland yang difermentasi selama berbulan-bulan, makanan ini menjadi simbol ketahanan masyarakat Islandia terhadap alam yang keras dan tradisi yang tak lekang oleh waktu.
Proses pembuatan hakarl dimulai dengan mengubur daging hiu dalam pasir berkerikil selama enam hingga dua belas minggu, lalu digantung di udara terbuka selama beberapa bulan hingga mengeras dan siap dikonsumsi.
"Daging hiu segar beracun, jadi fermentasi bukan hanya tradisi, tapi juga kebutuhan," ujar penulis kuliner dari Seabourn, Bill Bradley, dalam artikelnya tentang sejarah hakarl.
Kandungan urea yang tinggi dalam tubuh hiu Greenland membuat dagingnya beracun jika dikonsumsi mentah, sehingga fermentasi menjadi satu-satunya cara untuk menjadikannya aman.
Rasa hakarl sering digambarkan sebagai tajam, menyengat, dan beraroma amonia. Bahkan Anthony Bourdain menyebutnya sebagai "hal paling menjijikkan dan mengerikan yang pernah saya makan. "
Sementara itu, Andrew Zimmern menyebutnya sebagai "makanan serius, bukan untuk pemula" dalam acara Bizarre Foods. Di sisi lain, penulis dari Runaway Juno menyebut rasa hakarl seperti "keju biru yang menyengat, bahkan mirip urin" dan mengaku bahwa setelah beberapa gigitan, ia mulai memahami daya tariknya.
Hakarl biasanya disajikan dalam potongan kecil dan dinikmati bersama Brennivín, minuman keras khas Islandia yang dijuluki "Black Death." Kombinasi ini menjadi bagian penting dalam festival Þorrablót, perayaan musim dingin yang menghormati dewa-dewa Norse dan warisan kuliner Islandia.
"Þorrablot bukan hanya soal makanan, tapi tentang merayakan ketahanan budaya kami," tulis Runaway Juno dalam refleksi perjalanannya.
Meski tidak semua orang mampu menahan aroma menyengatnya, hakarl tetap bertahan sebagai simbol adaptasi dan ketangguhan.
Dari lubang fermentasi di tanah hingga meja makan modern, hakarl membuktikan bahwa tradisi bisa bertahan bahkan dalam bentuk yang paling ekstrem.
Seperti melansir dari laman Your Friend in Reykjavik, "Hakarl bukan soal rasa, tapi tentang menghormati cara hidup nenek moyang kami."

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
