
Aktivis dengan jaket pelampung oranye duduk di atas kapal Sumud yang menuju Gaza saat tentara AL Israel berlayar ke pelabuhan Ashdod, Israel pada hari Kamis, setelah dicegat. (Leo Correa, AP)
JawaPos.com - Israel kembali menuai kecaman internasional setelah mencegat Marinette, kapal terakhir dari armada bantuan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza. Penahanan ini memperkuat tuduhan pelanggaran hukum internasional, sementara aksi protes merebak di berbagai negara.
Israel pada Jumat (3/10) dikabarkan mencegat Marinette, kapal terakhir dari Global Sumud Flotilla yang membawa relawan, politisi, serta bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Armada ini sebelumnya berangkat dari Barcelona dengan misi menembus blokade Israel yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Menurut keterangan penyelenggara di Telegram, Marinette dicegat 42,5 mil laut dari Gaza pada pukul 10.29 waktu setempat. Dengan penahanan ini, seluruh 42 kapal flotilla berhasil dihentikan Israel, sementara ratusan penumpangnya disebut 'diculik secara ilegal'.
Melansir France24, keputusan Israel tersebut langsung memicu gelombang protes di berbagai negara. Sekitar 15.000 orang turun ke jalan di Barcelona, kota tempat armada berangkat, menyerukan "Gaza, kamu tidak sendirian" dan "Boikot Israel".
Ratusan demonstran juga berkumpul di depan parlemen Irlandia di Dublin. Miriam McNally, salah satu warga, mengaku sangat cemas karena putrinya ikut serta dalam rombongan kapal. Aksi solidaritas juga berlangsung di Paris, Berlin, Den Haag, Tunis, Brasilia, hingga Buenos Aires.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru memuji pasukan laut yang disebutnya "berhasil mencegah kampanye delegitimasi terhadap Israel". Ia menegaskan bahwa mencegat kapal dianggap perlu demi mencegah masuknya puluhan kapal ke zona perang.
Langkah Israel ini menambah sorotan terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. PBB sebelumnya memperingatkan ancaman kelaparan massal, sementara serangan militer Israel pada Kamis (2/10) dilaporkan menewaskan sedikitnya 52 orang, termasuk seorang staf LSM internasional Doctors Without Borders.
Sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023 usai serangan Hamas yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Israel, militer Israel telah melancarkan operasi besar-besaran. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 66.000 warga Palestina terbunuh, mayoritas merupakan warga sipil, angka yang juga diakui PBB sebagai kredibel.
Kasus penahanan flotilla juga memperkuat tekanan diplomatik terhadap Israel, terutama terkait tuduhan pelanggaran hukum laut internasional. Beberapa kelompok HAM mendesak sanksi tambahan serta intervensi global untuk membuka akses bantuan ke Gaza.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
