Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di Sanaa, Yaman (Al-Jazeera)
JawaPos.com – Pada Rabu (1/10/2025), Israel kembali melancarkan serangan drone ke wilayah selatan Lebanon. Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan tersebut menargetkan sebuah mobil di desa Kafra, menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa sejak gencatan senjata pada November 2024, sedikitnya 103 warga sipil Lebanon tewas akibat serangan Israel. Situasi ini mendorong Badan Hak Asasi Manusia PBB menyerukan upaya baru agar tercapai gencatan senjata yang berkelanjutan.
Komisioner HAM PBB, Volker Türk, menekankan pentingnya mengakhiri konflik secara permanen.
“Kami masih menyaksikan dampak menghancurkan dari serangan jet dan drone, termasuk di kawasan permukiman serta di dekat pasukan penjaga perdamaian PBB di selatan Lebanon,” ujarnya.
Konflik Israel–Hizbullah sempat berhenti setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada akhir November 2024, menyusul perang yang berlangsung 14 bulan.
Namun, serangan Israel tetap berlanjut hampir setiap hari, dengan dalih menargetkan anggota maupun fasilitas Hizbullah.
Di sisi lain, pemerintah Lebanon terus menempatkan pasukan di lima wilayah selatan yang dianggap strategis.
Menurut laporan Alarabiya, Lebanon juga berada di bawah tekanan kuat Amerika Serikat untuk mendesak Hizbullah melucuti senjatanya, guna mencegah eskalasi serangan Israel. Tentara Lebanon bahkan telah menyiapkan rencana pelucutan senjata dimulai dari wilayah selatan.
Namun, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan penolakannya. Dalam pidato pada Sabtu (27/9/2025), tepat setahun setelah pembunuhan pendahulunya Hassan Nasrallah oleh Israel, ia menyatakan bahwa kelompoknya tidak akan menyerahkan senjata.
Sehari setelahnya, Minggu (28/9/2025), militer Israel mengklaim telah menyerang gudang senjata milik Hizbullah di selatan Lebanon.
Menurut laporan Dailysabah.com, konflik ini telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang mengungsi. Dari jumlah tersebut, sekitar 80.000 berasal dari Lebanon dan 30.000 lainnya dari wilayah utara Israel. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
