Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 17.50 WIB

Ramai Wajah Presiden Prabowo di Papan Iklan Israel, Ini Respons dati Kemlu

Presiden Prabowo Subianto tampil dalam poster Abraham Shield, berdiri sejajar dengan Benjamin Netanyahu dan Donald Trump dan dinarasikan mendukung Israel. (Platform X).

JawaPos.com-Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) akhirnya buka suara terkait unggahan foto wajah Presiden Prabowo Subianto di papan iklan di Israel. Kemunculan wajah presiden ini kembali memunculkan opini publik soal dukungan Indonesia atas Israel.

Dalam papan iklan tersebut, bersanding foto Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, para pemimpin Arab moderat, Presiden Indonesia serta Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, dengan pesan bertuliskan: Yes to Trump's Plan – GET IT DONE. Baliho berlogo Abraham Shield itu terpasang di sejumlah lokasi dan dalam berbagai ukuran di Tel Aviv, Israel.

Foto dari papan iklan itu pun langsung ramai di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan kemunculan Prabowo dalam baliho tersebut.

Merespons ramainya dugaan pengakuan dan dukungan Indonesia pada Israel lantaran baliho tersebut, Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang menegaskan, bahwa posisi Indonesia sangat clear terkait konflik di Palestina dan Solusi Dua Negara tidak berubah dan sangat jelas. Menurutnya, tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

“Hal itu seperti yang pernah ditegaskan Menlu RI bahwa visi apa pun terkait Israel harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (30/9).

Respons kemarahan publik terhadap papan iklan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, saat berpidato di sesi debat Sidang Majelis Umum (SMU) PBB pada Selasa (23/9) lalu, Prabowo juga sempat melontrakan kalimat yang dinilai mendukung negara zionis tersebut.

Prabowo menegaskan Indonesia siap mengakui Israel dan mendukung jaminan keamanannya, setelah Palestina memperoleh kemerdekaannya dan diakui sebagai negara oleh Israel. Pernyataan ini disampaikan dua kali di dua kesempatan berbeda oleh Presiden saat menghadiri rangkaian SMU PBB di New York. Pertama saat berpidato di High-level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution pada 22 September. Kedua, di dalam pidato Debat Umum SMU ke-80 PBB. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore