Pidato Presiden Kolombia Gustavo Petro yang mengkritik keras Trump mendorong delegasi AS untuk keluar dari sesi pleno UNGA. (Juan Diego Cano / Presidensi Kolombia).
JawaPos.com - Presiden Kolombia Gustavo Petro mencuri perhatian dunia dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Rabu (25/9) kemarin. Dalam pidato terakhirnya di forum internasional itu, Petro melancarkan kritik tajam terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS), hingga membuat delegasi Negeri Paman Sam memilih walkout meninggalkan ruang sidang.
Selama hampir 45 menit, Petro menyoroti berbagai isu global, mulai dari perang melawan narkotika, kebijakan imigrasi, krisis iklim, hingga serangan militer Israel di Gaza yang ia sebut sebagai 'genosida'.
Ia juga menuding operasi militer AS di Karibia, yang baru-baru ini menewaskan 17 orang sebagai dalih yang menutup-nutupi agenda politik dan ekonomi Washington.
Kritik Langsung ke Trump
Pidato Petro berlangsung hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan di podium yang sama. Dengan gaya lugas, Petro menyebut kebijakan imigrasi Trump sebagai bentuk hierarki baru yang menempatkan Amerika Serikat di atas negara-negara lain di benua ini.
Ia bahkan menuduh “masyarakat kaya, kulit putih, dan rasis” di AS memanfaatkan isu migrasi untuk merasa lebih unggul, sembari mengabaikan tanggung jawab mereka dalam mempercepat krisis iklim.
“Barbarisme hari ini bersifat global dan menimpa seluruh umat manusia,” ucap Petro, mengenakan guayabera putih yang identik dengan warisan budaya Karibia.
Dikutip via Colombiaone, salah satu sorotan utama adalah pembelaan Petro atas kebijakan anti-narkoba pemerintahannya. Ia mengecam keputusan Washington yang tidak memperpanjang sertifikasi kerja sama perang melawan narkotika.
“Yang berbicara di sini adalah seorang presiden yang didecertifikasi,” kata Petro lantang.
Ia menegaskan, di bawah kepemimpinannya justru terjadi penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah Kolombia, serta mendorong substitusi tanaman kokain secara sukarela alih-alih pemusnahan paksa.
Menurut Petro, kebijakan perang narkoba ala AS bukan ditujukan untuk menghentikan arus narkoba, melainkan “menundukkan bangsa-bangsa di selatan.”
Selain itu, isu Palestina juga kembali mendapat sorotan. Petro menuding Israel melakukan genosida di Gaza dengan dukungan penuh AS. Ia menyebut jumlah korban jiwa akibat bombardir telah menembus 65 ribu orang, mayoritas warga sipil.
Petro juga mengaitkan situasi Gaza dengan operasi militer AS di Karibia. Ia menyebut klaim bahwa serangan misil AS bertujuan menghentikan perdagangan narkoba sebagai “kebohongan.”
“Anak-anak muda yang tewas di Karibia bukan anggota Hamas, bukan juga kelompok kriminal. Mereka adalah pemuda Karibia, mungkin orang Kolombia,” kata Petro, sebelum menambahkan seruan agar pejabat AS, termasuk Presiden Trump, diadili atas tindakan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022