
Presiden Kolombia Gustavo Petro. (Al-Jazeera)
JawaPos.com-Presiden Kolombia Gustavo Petro melontarkan perlawanan terbuka terhadap ancaman militer Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyusul serangan AS ke Venezuela yang berujung pada penggulingan Nicolas Maduro.
Petro menilai tudingan Trump tidak berdasar, berbahaya, dan berpotensi menyeret kawasan Amerika Latin ke konflik yang lebih luas.
Ketegangan meningkat setelah Trump, dalam pernyataannya di atas Air Force One pada Minggu waktu setempat, menyebut Kolombia sebagai negara yang 'sangat sakit' dan menuduh presiden Kolombia terlibat langsung dalam bisnis kokain.
’’Ia memiliki pabrik dan penggilingan kokain, dan itu tidak akan berlangsung lama,” kata Trump. Ketika ditanya apakah Kolombia bisa menjadi target operasi militer seperti Venezuela, Trump menjawab, “Kedengarannya bagus bagi saya.”
Pernyataan tersebut langsung dibantah keras oleh Petro. Dalam unggahan di platform X, presiden Kolombia menegaskan legitimasi politiknya dan menolak label yang disematkan Trump. ’’Saya tidak ilegal dan saya bukan seorang narko. Trump berbicara tanpa pengetahuan. Hentikan memfitnah saya," tulis Petro mengutip Guardian.
Peringatan Petro: Ancaman Militer Bisa Picu Perang Rakyat
Petro memperingatkan bahwa intervensi militer AS justru akan memperburuk situasi keamanan Kolombia. Ia menyebut serangan terhadap negaranya hanya akan melahirkan gelombang perlawanan baru dari rakyat pedesaan.
’’Jika mereka mengebom, para campesinos akan berubah menjadi ribuan gerilyawan di pegunungan. Dan jika mereka menahan presiden yang dicintai dan dihormati oleh sebagian besar rakyat, mereka akan membangkitkan ‘macan tutul’ rakyat," lanjut Petro.
Meski berlatar belakang mantan anggota kelompok gerilya kiri M-19 pada masa muda, Petro diketahui telah lama meninggalkan jalur bersenjata. Ia ikut terlibat dalam penyusunan konstitusi baru Kolombia pada 1991, kemudian meniti karier sebagai legislator, wali kota ibu kota Bogota, hingga terpilih sebagai presiden pada 2022.
Namun, dalam pernyataannya, Petro juga menyampaikan sikap keras terhadap ancaman eksternal. ’’Saya bersumpah tidak akan mengangkat senjata lagi… tetapi demi tanah air, saya akan mengangkat senjata kembali,” katanya.
Tuduhan Narkotika Dipertanyakan, Hubungan AS–Kolombia Memburuk
Meski Kolombia dikenal sebagai produsen kokain terbesar di dunia, tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Petro dalam jaringan narkotika.
Perdagangan narkoba di Kolombia selama ini dikendalikan oleh kelompok bersenjata ilegal seperti Klan Teluk, Tentara Pembebasan Nasional (ELN), serta faksi-faksi pembangkang Farc pascaperjanjian damai 2016.
Ironisnya, Kolombia selama puluhan tahun merupakan mitra utama Amerika Serikat dalam perang melawan narkoba dan menikmati dukungan bipartisan di Washington. Hubungan tersebut memburuk tajam sejak Trump kembali berkuasa.
Ketegangan bilateral makin meningkat setelah AS mencabut visa Petro pada September lalu, menyusul seruannya agar tentara AS menolak perintah ilegal. Sebulan kemudian, Washington menjatuhkan sanksi finansial terhadap Petro, istrinya, dan sejumlah orang dekatnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
