Situasi tentara Israel saat dikerahkan dalam serangan di Nablus tepi barat (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Isu aneksasi Tepi Barat, Gaza, Palestina kembali mencuat dan memicu kekhawatiran global. Di tengah kehancuran yang belum mereda di Gaza, Israel disebut tengah menyiapkan langkah bersejarah: memasukkan wilayah Tepi Barat ke dalam kedaulatannya secara sepihak.
Jika benar-benar dilakukan, hal ini berpotensi menjadi titik balik baru dalam konflik panjang Israel-Palestina.
Qadura Fares, mantan menteri Palestina sekaligus anggota Dewan Legislatif, menilai aneksasi ini sudah lama menjadi agenda politik kelompok sayap kanan Israel.
“Ada kekhawatiran nyata Israel akan segera mengumumkan aneksasi Tepi Barat. Itu merupakan proyek politik inti partai-partai pendukung Netanyahu,” ujarnya dari Ramallah, dikutip via Middle East Monitor.
Fenomena lain yang mempertegas eskalasi adalah perubahan sikap negara-negara Barat. Sejumlah negara Eropa mulai berani mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, sebuah langkah yang sebelumnya dianggap tabu.
Suara-suara ini juga disertai peringatan keras agar Israel tidak melangkah sepihak.
Alon Liel, mantan diplomat senior Israel, mengatakan ada dua jalan yang kini terbuka bagi pemerintah Netanyahu.
“Mereka bisa merespons secara diplomatik pengakuan negara-negara Barat terhadap Palestina, atau justru mengumumkan aneksasi Tepi Barat sebagai bentuk perlawanan simbolik,” katanya.
Meski mendapat dukungan kuat dari pemerintahan Presiden Donald Trump, aneksasi Tepi Barat diyakini membawa konsekuensi diplomatik serius.
Liel menyoroti ancaman terhadap Abraham Accords, kesepakatan normalisasi hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain, yang selama ini digadang sebagai pencapaian terbesar Netanyahu.
Kubu oposisi Israel pun menolak wacana ini. Yair Lapid, ketua Partai Yesh Atid, menilai langkah tersebut tidak hanya berisiko merusak hubungan internasional, tetapi juga tak memiliki nilai praktis.
“Yang kita dapat hanya kecaman global yang makin keras,” ungkapnya.
Rencana aneksasi juga menimbulkan keresahan di negara tetangga, terutama Yordania. Fares memperingatkan bahwa upaya Israel memindahkan penduduk Palestina dari Tepi Barat ke Yordania akan melanggar kedaulatan negara itu.
“Arab harus mengambil sikap tegas terhadap ancaman ini,” katanya.
Sementara itu, di lapangan, tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat dinilai mengikuti pola serupa: mendorong penduduk keluar, menghancurkan kamp pengungsi, serta memperluas permukiman ilegal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
