
Ilustrasi bendera Palestina. (abdulla alyaqoob/Pixabay)
JawaPos.com - Portugal telah bergabung dengan Australia, Kanada, Prancis, dan Inggris dalam mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina.
Dilansir dari Aljazeera, dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (19/9/2025), Kementerian Luar Negeri Portugal mengatakan pengakuan tersebut akan dilakukan pada hari Minggu, sehari sebelum konferensi tingkat tinggi tentang kenegaraan Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations General Assembly (UNGA).
"Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa Portugal akan mengakui Negara Palestina," tulis Kementerian Luar Negeri dalam pernyataan di situs webnya.
Pernyataan tersebut menambahkan, “Deklarasi Pengakuan Resmi akan dilaksanakan pada hari Minggu, 21 September 2025, sebelum Konferensi Tingkat Tinggi minggu depan.”
Menurut surat kabar Correio da Manha Portugal, Perdana Menteri sayap kanan-tengah negara itu Luis Montenegro berkonsultasi dengan presiden dan parlemen sebelum menyelesaikan keputusan.
Hal ini menandai berakhirnya perdebatan selama hampir 15 tahun di parlemen negara Eropa Barat tersebut, Correio da Manha melaporkan, setelah proposal tersebut pertama kali diajukan oleh partai politik Blok Kiri negara tersebut pada tahun 2011.
Kecaman global
Pengumuman Portugal itu muncul beberapa hari setelah penyelidikan penting PBB menemukan bahwa perang Israel di Gaza merupakan genosida.
Setidaknya 65.141 orang tewas dan 165.925 orang terluka sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023. Ribuan orang lainnya diyakini terkubur di bawah reruntuhan.
Pemerintah Portugal pertama kali mengumumkan niatnya untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara pada bulan Juli, dengan alasan "perkembangan konflik yang sangat mengkhawatirkan", serta krisis kemanusiaan dan ancaman berulang Israel untuk mencaplok tanah Palestina.
Sebelumnya pada hari Jumat, seorang penasihat Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Andorra, Australia, Belgia, Luksemburg, Malta, dan San Marino berencana untuk mengakui Negara Palestina bersama Prancis pada pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan bersama dengan Arab Saudi di New York pada hari Senin.
Kanada dan Inggris juga mengatakan mereka bermaksud melakukan hal serupa.
Mereka akan bergabung dengan sekitar 147 negara, mewakili 75 persen anggota PBB, yang telah mengakui negara Palestina sejak April tahun ini.
Portugal juga termasuk di antara 145 negara yang memberikan suara pada hari Jumat untuk membuat opsi bagi Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berpidato di UNGA di New York minggu depan melalui video, setelah Amerika Serikat menolak visanya.
Nauru, Palau, Paraguay, serta Israel dan AS, adalah lima negara yang memilih tidak, sementara enam negara abstain.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
