Seorang perempuan Laos tengah mengikat benang putih di pergelangan tangan tamu dalam upacara Baci, sebuah tradisi pemanggilan roh yang sarat makna spiritual dan kebersamaan
JawaPos.com - Di sebuah desa kecil di Laos, suasana hening berubah khidmat ketika warga berkumpul di sekitar meja persembahan. Lampu minyak menyala lembut, doa mulai dilantunkan, dan suasana penuh kekhusyukan menyelimuti ruangan. Tradisi kuno itu dikenal sebagai Baci, sebuah ritual penyatuan jiwa yang masih lestari meski gelombang modernisasi terus melanda negeri seribu gajah.
Tradisi Baci atau Sou Khuan berakar dari kepercayaan bahwa tubuh manusia memiliki 32 roh pelindung yang disebut kwan. Menurut Heritage Line, roh-roh ini terkadang meninggalkan tubuh sehingga menimbulkan ketidakseimbangan yang dapat berpengaruh pada kesehatan fisik maupun batin seseorang. Untuk itu, Baci digelar sebagai upaya memanggil kembali roh-roh yang hilang agar jiwa kembali utuh.
Ritual ini tak hanya hadir dalam perayaan suka cita, tetapi juga di saat duka. Dilansir dari Laos Guide 999, Baci lazim dilakukan ketika menyambut pernikahan, kelahiran, Tahun Baru Laos, bahkan ketika seseorang jatuh sakit atau meninggal. Fungsinya tidak hanya spiritual, tetapi juga sosial: memperkuat solidaritas dan menghadirkan ketenangan bagi komunitas.
Persiapan Baci biasanya dimulai dengan pembuatan Pha Khuan, sebuah susunan bunga marigold berbentuk piramida dengan hiasan daun pisang. Hiasan ini diletakkan di tengah ruangan sebagai pusat ritual dan simbol kesuburan. Ruangan kemudian dihiasi kain putih sebagai tanda kesucian, menciptakan ruang netral untuk memanggil roh-roh kembali.
Dalam upacara, peran penting dipegang oleh seorang tetua yang disebut Mor Phon. Dilansir dari Asia King Travel, Mor Phon memimpin doa, melantunkan mantra, dan mengikat benang putih di pergelangan tangan peserta. Benang putih ini diyakini menjadi pengikat roh agar tidak kembali meninggalkan tubuh pemiliknya. Tindakan sederhana itu sarat makna, melambangkan perlindungan, keberuntungan, dan keseimbangan batin.
Tak hanya itu, suasana menjadi semakin simbolis ketika para peserta saling mengikat benang putih satu sama lain. Prosesi ini sering diiringi dengan taburan beras ke udara. Butir-butir padi yang jatuh dianggap sebagai simbol turunnya keberuntungan sekaligus sebagai ajakan bagi roh-roh untuk tetap tinggal.
Bahasa ritual juga memainkan peranan penting. Ungkapan seperti "Hai Kuard Nnee, Dee Kuard Kao" yang berarti "buang yang buruk, sambut yang baik" kerap diucapkan oleh Mor Phon. Momen paling khidmat adalah ketika seluruh peserta menyerukan "Ma Der Khuan Euy" atau "tolong kembali wahai roh-roh", sebagai puncak doa kolektif yang penuh harap.
Durasi ritual bisa bervariasi, dari setengah jam hingga lebih dari satu jam. Laos Guide 999 menyebut bahwa setelah doa selesai, acara biasanya dilanjutkan dengan pesta sederhana: makan bersama, musik, hingga tarian tradisional. Lebih dari sekadar ritual, Baci menjadi ajang mempererat ikatan sosial di antara anggota komunitas.
Meski modernisasi menjalar hingga pelosok negeri, tradisi Baci tetap bertahan. Heritage Line mencatat bahwa di desa-desa Laos, ritual ini masih dianggap penting dalam menjaga keseimbangan spiritual. Bahkan ketika dijadikan bagian dari atraksi budaya untuk wisatawan, masyarakat tetap menjaga nilai aslinya dengan penuh penghormatan.
Tradisi ini menjadi bukti nyata bagaimana budaya lokal mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Baci bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga ruang kebersamaan dan pengingat bahwa kebutuhan akan keseimbangan jiwa selalu relevan, kapan pun dan di mana pun.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
