
Aurora borealis, menyapa malam Arktik dengan keindahanya. (restless.co.uk)
JawaPos.com - Aurora merupakan salah satu fenomena alam paling memukau yang terjadi di langit lintang tinggi, seperti kawasan Arktik dan Antarktika. Cahaya berwarna hijau, merah, dan ungu yang menari di langit malam ini dikenal sebagai Aurora Borealis di belahan bumi utara dan Aurora Australis di selatan.
Fenomena ini terjadi ketika partikel bermuatan dari matahari bertabrakan dengan atmosfer bumi, menghasilkan pancaran cahaya yang terlihat dari permukaan bumi.
Menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), aurora adalah hasil interaksi antara angin matahari dan medan magnet bumi.
“Ketika partikel bermuatan dari matahari memasuki atmosfer bumi, mereka bertabrakan dengan atom dan molekul udara, menghasilkan cahaya yang kita sebut aurora,” tulis NASA dalam laman edukasinya tentang aurora borealis.
Proses ini disebut sebagai rekombinasi, dan warna cahaya yang dihasilkan bergantung pada jenis gas yang terlibat, seperti oksigen yang menghasilkan warna hijau dan merah, sementara nitrogen memunculkan biru dan ungu.
Fenomena aurora tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi indikator penting dalam studi cuaca antariksa. Lembaga NOAA Space Weather Prediction Center menyebutkan bahwa aurora dapat memengaruhi komunikasi radio dan navigasi satelit.
“Aurora adalah indikator kondisi badai geomagnetik saat ini dan memberikan kesadaran situasional bagi berbagai teknologi,” tulis NOAA dalam laporan prakiraan aurora mereka. Oleh karena itu, pemantauan aurora juga penting bagi sektor penerbangan dan komunikasi global.
Di sisi lain, situs edukatif Sky Tonight menjelaskan bahwa intensitas aurora sangat dipengaruhi oleh komponen medan magnet antarplanet (IMF), khususnya nilai Bz.
“Ketika nilai Bz negatif, orientasi medan magnet memungkinkan energi angin matahari masuk ke medan magnet bumi, memicu aurora yang lebih kuat,” tulis laman tersebut dalam penjelasan tentang prediksi aurora real-time.
Fenomena aurora telah menjadi inspirasi bagi banyak budaya di dunia. Masyarakat Iñupiat di Alaska menyebut aurora sebagai kiuġuyat, yang dipercaya sebagai roh leluhur yang menari di langit.
Kepercayaan ini menunjukkan bahwa aurora bukan hanya fenomena ilmiah, tetapi juga bagian dari warisan spiritual dan budaya masyarakat adat.
Dengan perpaduan antara keindahan visual, nilai ilmiah, dan makna budaya, aurora menjadi salah satu fenomena langit yang terus memikat perhatian dunia.
Bagi para pemburu cahaya langit, menyaksikan aurora secara langsung bukan sekadar pengalaman wisata, tetapi juga momen kontemplatif yang menghubungkan manusia dengan semesta. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
