Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 06.39 WIB

Masa Depan Kerajaan Armani: Tiga Kandidat Raksasa Industri Mewah Masuk dalam Wasiat Giorgio Armani

Designer Giorgio Armani berdiri bersama model saat peragaan Emporio Armani Spring. (Reuters) - Image

Designer Giorgio Armani berdiri bersama model saat peragaan Emporio Armani Spring. (Reuters)

JawaPos.com — Industri mode global tengah menanti arah baru setelah wafatnya maestro Italia Giorgio Armani pada 4 September lalu di usia 91 tahun. Wasiat tangan sang perancang, yang dipublikasikan pada Jumat, 12 September, membuka persaingan besar untuk menguasai salah satu merek mewah swasta terbesar di dunia.

Dalam dokumen wasiat yang ditulis pada April, Armani menunjuk tiga raksasa industri sebagai pembeli pilihan: LVMH, EssilorLuxottica, dan L’Oréal. Keputusan ini dianggap sebagai titik balik bagi kelanjutan grup yang selama puluhan tahun identik dengan sosok Armani sendiri.

Dilansir dari CNA, Selasa (16/9/2025), Armani menginstruksikan ahli warisnya—termasuk tangan kanannya, Leo Dell’Orco—untuk menjual 15 persen saham awal kepada salah satu dari tiga kandidat. Dalam lima tahun, porsi saham tambahan antara 30 persen hingga 54,9 persen diharapkan dapat dijual kepada pembeli yang sama. Apabila kesepakatan tidak tercapai, maka opsi terakhir adalah penawaran umum perdana (IPO) melalui Giorgio Armani Foundation.

“Sudah jelas bahwa niat Giorgio Armani untuk menjaga kesinambungan strategis, kohesi korporasi, serta stabilitas keuangan demi pengembangan jangka panjang, ditegaskan di setiap tahap,” ujar komite eksekutif Giorgio Armani Group dalam pernyataan resmi.

Sejalan dengan itu, beberapa mitra bisnis lama juga dipertimbangkan sebagai calon pembeli strategis. L’Oréal sudah lama menjadi mitra melalui kerja sama lisensi parfum Acqua di Gio sejak 1988. Sementara itu, EssilorLuxottica selama ini memproduksi serta mendistribusikan lini kacamata Armani, sehingga masuk dalam kandidat pembeli pilihan.

Namun, dalam wawancara dengan Financial Times pada 2023, Armani menegaskan “Saya tidak ingin perusahaan ini dikuasai oleh konglomerasi besar yang membuat identitas Armani hilang.” Meski demikian, dia menyadari bahwa identitas perusahaan akan mengalami perubahan setelah kepergiannya.

Ketua dan CEO LVMH Bernard Arnault menyebut Armani sebagai “sang jenius dan satu-satunya couturier besar setelah Christian Dior,”—couturier di sini merujuk pada perancang busana kelas atas yang membuat busana eksklusif dengan kualitas tinggi. 

Sejalan dengan itu, L’Oréal menyatakan merasa “tersentuh dan terhormat,” sementara EssilorLuxottica menegaskan, “Kami bangga atas pertimbangan Giorgio Armani terhadap grup kami dan akan menilai peluang investasi ini dengan cermat.”

Dengan latar tersebut, kini tanggung jawab besar berada di tangan Dell’Orco yang mewarisi 30 persen saham dan 40 persen hak suara. Bersama anggota keluarga lainnya, dia akan menentukan masa depan grup melalui fondasi Giorgio Armani, termasuk penunjukan CEO baru.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore