
Designer Giorgio Armani berdiri bersama model saat peragaan Emporio Armani Spring. (Reuters)
JawaPos.com — Industri mode global tengah menanti arah baru setelah wafatnya maestro Italia Giorgio Armani pada 4 September lalu di usia 91 tahun. Wasiat tangan sang perancang, yang dipublikasikan pada Jumat, 12 September, membuka persaingan besar untuk menguasai salah satu merek mewah swasta terbesar di dunia.
Dalam dokumen wasiat yang ditulis pada April, Armani menunjuk tiga raksasa industri sebagai pembeli pilihan: LVMH, EssilorLuxottica, dan L’Oréal. Keputusan ini dianggap sebagai titik balik bagi kelanjutan grup yang selama puluhan tahun identik dengan sosok Armani sendiri.
Dilansir dari CNA, Selasa (16/9/2025), Armani menginstruksikan ahli warisnya—termasuk tangan kanannya, Leo Dell’Orco—untuk menjual 15 persen saham awal kepada salah satu dari tiga kandidat. Dalam lima tahun, porsi saham tambahan antara 30 persen hingga 54,9 persen diharapkan dapat dijual kepada pembeli yang sama. Apabila kesepakatan tidak tercapai, maka opsi terakhir adalah penawaran umum perdana (IPO) melalui Giorgio Armani Foundation.
“Sudah jelas bahwa niat Giorgio Armani untuk menjaga kesinambungan strategis, kohesi korporasi, serta stabilitas keuangan demi pengembangan jangka panjang, ditegaskan di setiap tahap,” ujar komite eksekutif Giorgio Armani Group dalam pernyataan resmi.
Sejalan dengan itu, beberapa mitra bisnis lama juga dipertimbangkan sebagai calon pembeli strategis. L’Oréal sudah lama menjadi mitra melalui kerja sama lisensi parfum Acqua di Gio sejak 1988. Sementara itu, EssilorLuxottica selama ini memproduksi serta mendistribusikan lini kacamata Armani, sehingga masuk dalam kandidat pembeli pilihan.
Namun, dalam wawancara dengan Financial Times pada 2023, Armani menegaskan “Saya tidak ingin perusahaan ini dikuasai oleh konglomerasi besar yang membuat identitas Armani hilang.” Meski demikian, dia menyadari bahwa identitas perusahaan akan mengalami perubahan setelah kepergiannya.
Ketua dan CEO LVMH Bernard Arnault menyebut Armani sebagai “sang jenius dan satu-satunya couturier besar setelah Christian Dior,”—couturier di sini merujuk pada perancang busana kelas atas yang membuat busana eksklusif dengan kualitas tinggi.
Sejalan dengan itu, L’Oréal menyatakan merasa “tersentuh dan terhormat,” sementara EssilorLuxottica menegaskan, “Kami bangga atas pertimbangan Giorgio Armani terhadap grup kami dan akan menilai peluang investasi ini dengan cermat.”
Dengan latar tersebut, kini tanggung jawab besar berada di tangan Dell’Orco yang mewarisi 30 persen saham dan 40 persen hak suara. Bersama anggota keluarga lainnya, dia akan menentukan masa depan grup melalui fondasi Giorgio Armani, termasuk penunjukan CEO baru.
***
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
